Gunungsitoli, panjimas – Konsentrasi aktifitas kepemudaan Muhammadiyah adalah berbasis akar rumput. Oleh karena itu, Gerakan Pemuda Muhammadiyah secara tegas harus dirasakan manfaatnya secara menyeluruh oleh masyarakat secara luas.
“Dakwah Pemuda Muhammadiyah harus mencakup gerakan pemuda yang bermanfaat. Dan Gerakan dakwah Muhammadiyah tidak boleh dibatasi oleh perbedaan suku, agama maupun ras,” ujar Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara Muhammad Syarif Lubis, pada acara Pembukaan Baitul Arqam Madya Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara di Gunungsitoli, di Ruang Rapat II Kantor Walikota Gunungsitoli, Jum’at (24/1/2025).
Disampaikannya, dengan keberadaan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah PDPM yang telah hadir di 29 kabupaten/ kota se Sumatera Utara, diharapkan semakin meningkatkan kiprah PDPM dalam membangun generasi muda baik dari sisi SDM, silaturrahmi dan membangun sinergitas dengan Pemerintah.
“Kepada seluruh peserta Baitul Arqam Madya, mari manfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin. Jarak tempuh dan lelah hingga tiba di Gunungsitoli, jangan sampai sia-sia selama berada di Kepulauan Nias. Dampak dari kegiatan ini adalah kita harapkan semua peserta Baitul Arqam Madya harus bisa memberi warna baru Gerakan Pemuda Muhammadiyah secara umum di Sumatera Utara,” ucapnya.
Pada kesempatan itu juga, Walikota Gunungsitoli yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Eko Ariyanto Tello Zebua memberikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan kegiatan Pembukaan Baitul Arqam Madya Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara di Gunungsitoli dan mengucapkan terimakasih atas terpilihnya kota Gunungsitoli sebagai lokasi/ tempat kegiatan yang diselenggarakannya Baitul Arqam Madya oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Propinsi Sumatera Utara













