NasionalNews

Sekjen MUI: Merayakan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia & Dunia

55

Jakarta, panjimas – MUI bersama kelompok lintas agama bekerjasama dgn Dewan Perwakilan Daerah (DPD) hari Ahad (9/2/2025) mengadakan perayaan World Interfaith Harmony Week (WIHW) and International Day for Human Fraternity (IDHF). Keduanya merupakan kesepakatan (Resolusi) PBB.

WIHW disepakati oleh PBB tahun 2010, sedangkan IDHF disepakati tahun 2020. Kedua resolusi tersebut mengamanatkan semua negara anggota dan masyarakat Internasional untuk merayakan dan memperkuat Kerukunan antar umat beragana dan persaudaraan sesama manusia di seluruh dunia.

Perayaan di Indonesia ini merupakan inisiatif Prof. Dr. HM. Din Syamsuddin selaku ketua Kehormatan Presidium IRC-Indonesia dengan dukungan Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin. Ia berharap semua komponen bangsa termasuk diantaranya adalah para pimpinan DPD RI. Hal ini dapat menjadi perekat untuk memperkuat kerukunan semua daerah di Indonesia.

Perayaan ini penting di dilakukan setiap tahun untuk memperkuat kerukunan antar umat beragama di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia seperti yang disampaikan dirinya di Gedung Nusantara IV Komplek MPRRI/DPR/DPD (9/2/25).

Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan yang juga Steering Commitee menegskan bahwa perayaan ini bertujuan untuk meneguhkan kebersamaan melalui pesan dari berbagai tokoh umat beragama. Pesan kerukunan yang disampaikan dari MUI oleh KH.Marsudi Syuhud; dari Muhammadiyah Prof.Syafiq Mughni, dari NU Prof.Najib Asca, PGI Pdt.Nadia Munuputy, KWI : RM.Agustinus Heri Wibowo, Matakin : Peter Lesmana, Permabudhi : Prof.Dr.Philip K.W. PHDI : Mayjen (Purn) Rawa Tenaya.

Adapun tokoh yang baca doa dari MUI, Dr.Yusnar Yusuf, dari PHDI Jero Mangku RKHT Astoni, Permabudhi Bhikkhu Ratanadhiro, KWI RM.Aloysius Budi Purnomo, Matakin WS.Mulyadi Liang.

Doa dan pesan dari tokoh agama kata buya Amirsyah bentuk nyata dari kerukunan umat beragama sehingga dapat mempererat hubungan antar umat beragama dengan konsep Asta Cita kerukunan umat beragama; pertama, mewujudkan kerukunan sesama internal umat beragama;

Kedua, mewujudkan kerujunan antar se sama umat beragama; ketiga, mewujudkan kerukunan antara umat beragama bersama pemerintah; keempat, mewujudkan keadikan dalam ekonomi; kelima, mewujudkan kerukunan dalam bidang politik; keenam, mewujudkan kerukunan bidang budaya.

Ketujuh, mewujudkan kerukunan bidang penekanan HAM; kedelapan, mewujudkan kerukunan bidang kemuliaan.

Untuk itu diharapkan dapat diwujudkan; pertama, saling menghargai antar sesama umat beragama, kedua,
saling tenggang rasa sesama umat beragama; ketiga, bersikap toleran dalam kerangka memperkuat kebinekaan berbangsa dan bernegara;

Keempat, tidak memaksakan orang lain untuk memeluk agama tertentu (La ikraha fiddin); kelima,melaksanakan ibadah sesuai keyakinan agama masing-masing (lakum dinukum waliyadin). Untuk memperkuat hal ini kata kunci adalah secara intenum yakni mematuhi peraturan keagamaan masing-masing.

“Secara eksternum mematuhi peraturan dan perundang-undangan dalam bermasyarakat dan bernegara guna mewujudkan kerukunan beragama di Indonesia pungkasnya.

Perayaan ini dimeriahkan oleh paduan suara lintas agama yg terdiri dari 90 orang. Perayaan yg intinya mempromosikan perdamaian dunia ini sangat relevan dgn situasi dunia saat ini yg sedang tidak baik-baik saja.

Konflik masih banyak terjadi di berbagai belahan dunia, bahkan konflik cenderung semakin meningkat. Oleh karena itu,.Kata Bunyan Saptomo Ketua OC bahwa perayaan ini diharapkan umat lintas agama Indonesia memberikan kontribusi dalam perdamaian di tingkat nasional dan internasional.

Exit mobile version