MUINasionalNews

Halal Bihalal MUI 2025, Persatuan Indonesia Dimulai dari Ukhuwah Islamiyah

28
×

Halal Bihalal MUI 2025, Persatuan Indonesia Dimulai dari Ukhuwah Islamiyah

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar menyatakan bahwa persatuan Indonesia dimulai dari ukhuwah Islamiyah. Dia menjelaskan hal ini karena mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam.

Hal ini disampaikan Kiai Anwar Iskandar dalam acara Halal Bihalal MUI 2025 di Gedung Serbaguna 1, Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (24/4/2025).

Kiai Anwar menyampaikan, Halal Bihalal merupakan bagian dari adab, tradisi, dan kearifan dari bangsa Indonesia setelah menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Menurutnya, salah satu hikmahnya adalah kebersihan hati sebagai modal penting untuk meningkatkan dedikasi dan kemanfaatan bagi umat dan bangsa.

“Sehingga langkah-langkah hari-hari kita yang akan datang, dengan hati yang bersih, kita akan terus melakukan perkhidmatan untuk kebaikan umat. Melakukan dedikasi kepada bangsa dan negara untuk terus menegakkan nilai-nilai kemanusiaan,” kata dia.

Dalam kegiatan ini yang terdapat pembacaan Syahifah ukhuwah, kata Kiai Anwar, merupakan wujud komitmen dan bukti untuk menjaga persatuan umat Islam. Pembacaan Syahifah Ukhuwah atau Piagam Ukhuwah tersebut dibacakan oleh 10 ketua umum ormas Islam pendiri MUI.

“Bahwa kemudian dalam amaliah ada yang beda-beda, itu tidak berarti menghalangi sebagai pimpinan-pimpinan dan tokoh-tokoh umat bergandengan tangan, untuk terus mengawal umat Islam Indonesia ini menjadi contoh terbaik bagi seluruh umat yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Kiai Anwar menekankan bahwa ukhuwah Islamiyah adalah perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW. Oleh karena itu, ukhuwah Islamiyah tidak berhenti dari anak-anak bangsa yang hidup di NKRI.

Selain itu, tegasnya, persatuan Indonesia menjadi modal penting bagi suksesnya cita-cita Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengaktualisasikan 8 Asta Cita yang berpihak kepada ekonomi kerakyatan dan berpihak kepada maslahah umat.

“Keberhasilan pemerintah kita adalah keberhasilan kita karena mayoritas bangsa Indonesia umat Islam. Tentu yang mendapatkan manfaatnya umat Islam,” tegasnya.

Dia menegaskan, persatuan Indonesia dimulai dari ukhuwah Islamiyah yang sebesar-besarnya untuk keberhasilan program-program pemerintah RI.

Kegiatan yang bertajuk: Meneguhkan Peran Ulama dan Umara’ untuk penguatan Ukhuwah dan Akhlak Bangsa ini dihadiri oleh sejumlah tokoh bangsa.

Antara lain Wakil Presiden RI ke-13 KH Ma’ruf Amin, Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Kepala Badan Gizi Nasional Deden Hendayana, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *