Surabaya, panjimas – Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI), Hadi Tjahjanto, melaksanakan kunjungan kerja ke Surabaya dalam rangka melantik jajaran Pengurus Besar Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) periode 2025–2029.
Acara pelantikan berlangsung khidmat dan menjadi momen penting dalam upaya pembenahan dan penguatan organisasi karate di tingkat nasional.
Pelantikan ini sekaligus mengukuhkan Mayjen TNI Mar (Purn) Bambang Sutrisno sebagai Ketua Umum PB Lemkari yang baru. Bambang terpilih secara musyawarah mufakat dalam Kongres Lemkari yang telah dilaksanakan pada 9 Maret 2025 lalu di Jakarta. Penetapannya sebagai ketua umum merupakan hasil konsolidasi dan kesepakatan seluruh jajaran Lemkari dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Hadi Tjahjanto mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pengurus yang telah resmi dilantik, sembari mengingatkan bahwa amanah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab besar untuk membawa Lemkari ke arah yang lebih maju, modern, dan berprestasi.
“Kepercayaan yang diberikan kepada pengurus baru ini bukan sekadar formalitas, tetapi amanah besar dalam membangun dan mengembangkan Lemkari yang sama-sama kita cintai. Saya berharap setelah pelantikan ini, seluruh pengurus segera bergerak melakukan langkah-langkah perbaikan menyeluruh terhadap organisasi dan sistem pembinaan, sesuai dengan amanah Kongres Lemkari,” ungkap Hadi dalam pidatonya.
Lebih lanjut, Hadi menekankan pentingnya peningkatan tata kelola organisasi perguruan yang profesional dan sesuai aturan. PB FORKI, sebagai induk organisasi karate nasional, memiliki komitmen untuk memastikan seluruh perguruan anggotanya aktif menjalankan fungsi kelembagaan secara efektif dan taat pada prinsip-prinsip organisasi yang telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) masing-masing.
Untuk itu, PB FORKI menetapkan lima indikator utama sebagai parameter penilaian eksistensi dan kinerja sebuah perguruan karate di Indonesia, yakni:
- Memiliki kepengurusan yang sah dan sesuai dengan AD/ART perguruan.
- Melaksanakan Kongres atau Musyawarah Nasional secara rutin setiap periode.
- Mengadakan Gashuku dan Ujian Kenaikan Tingkat secara konsisten setiap tahun.
- Menyelenggarakan Kejuaraan Internal sekurang-kurangnya setiap dua tahun sekali.
- Menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) minimal satu kali dalam setiap periode kepengurusan.
Kelima poin tersebut, menurut Mantan Panglima TNI ini, harus menjadi prioritas dan komitmen dari PB Lemkari dalam periode kepemimpinan yang baru ini. Hal ini penting untuk menjaga profesionalisme organisasi dan menumbuhkan ekosistem pembinaan atlet karate yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Hadi juga menyampaikan harapan besar kepada Mayjen TNI Mar (Purn) Bambang Sutrisno dan seluruh jajaran pengurus PB Lemkari agar mampu bekerja dengan semangat tinggi, menjunjung nilai-nilai persatuan, dan memajukan Lemkari menjadi salah satu perguruan unggulan di tingkat nasional maupun internasional.
“Selamat bertugas kepada seluruh pengurus yang baru. Saya harap semuanya dapat mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk membangun Lemkari yang solid, berprestasi, dan tetap menjunjung tinggi persatuan dalam tubuh organisasi,” tutup Hadi yang pernah menjabat sebagai Menko Polhukam di era Presiden Joko Widodo tersebut.













