Jakarta, panjimas – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengkritik fenomena banyaknya pengusaha yang terjun ke dunia politik dan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ia menilai motivasi utama mereka bukan untuk mengabdi kepada rakyat, melainkan demi kepentingan pribadi.
Dalam pernyataannya, Anwar mengungkapkan ada sejumlah alasan mengapa pengusaha tertarik menjadi legislator. Salah satunya adalah besarnya pendapatan yang diterima sebagai anggota DPR dibandingkan dengan pendapatan mereka sebagai pengusaha.
“Pendapatan mereka jadi anggota DPR jauh lebih besar daripada pendapatan mereka sebagai pengusaha,” ujarnya, Rabu (11/6/2025).
Namun, Anwar menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai banyak anggota DPR dari kalangan pengusaha justru melupakan tugas utamanya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Motif dari kebanyakan pengusaha untuk masuk ke dalam dunia politik dan menjadi anggota DPR lebih banyak didorong oleh kepentingan pribadi daripada keinginan untuk mengabdi kepada rakyat banyak,” katanya.
Selain itu, menurut Anwar, pendapatan sebagai anggota dewan dinilai lebih pasti dan stabil. Meski telah duduk di parlemen, para pengusaha ini umumnya tetap menjalankan bisnisnya, sehingga total pendapatan mereka semakin bertambah.
“Sumber pendapatan mereka dengan menjadi anggota DPR akan bertambah karena meskipun mereka telah menjadi anggota DPR, hal demikian tidaklah menghalangi mereka untuk tetap menjadi pengusaha,” katanya.
Anwar juga menyoroti keuntungan lain yang diperoleh pengusaha setelah masuk ke DPR, seperti kelancaran bisnis, relasi yang makin luas, serta akses informasi yang lebih banyak. Faktor-faktor ini, katanya, memperkuat posisi mereka dalam dunia usaha.
“Dengan menjadi anggota DPR, usaha bisnis mereka tentu akan semakin lancar karena pihak-pihak tertentu akan berpikir untuk mengganggu dan bersaing dengannya,” katanya.
Ia pun mengingatkan publik agar lebih kritis dalam memilih wakil rakyat di masa depan. Menurutnya, rakyat kerap hanya dijadikan objek politik saat menjelang pemilu.
“Tunggu saja, nanti menjelang pemilu yang akan datang mereka akan hadir kembali di tengah-tengah masyarakat bagi menghipnotis rakyat lewat janji-janjinya,” kata Anwar
