Aceh, panjimas – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mendorong lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar siap untuk bekerja dan membuka lapangan pekerjaan sendiri, atau melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti usai meletakkan batu pertama pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah di Banda Aceh, Jumat (27/6/2025).
“Saya kira sekarang memang didorong agar SMK-SMK itu para lulusannya istilah kita sekarang BMW ya. Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha,” kata Abdul Mu’ti.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah ini menyebutkan, lulusan SMK tidak semuanya harus masuk ke sektor bisnis yang sudah ada, tetapi bagaimana mampu menciptakan bisnis sendiri.
“Lulusan SMK itu diharapkan bisa berwirausaha semuanya, tidak harus masuk ke sektor bisnis yang sudah ada, tapi dia sendiri yang bisa menciptakan lapangan kerja baru,” ungkapnya.
Namun, Abdul Mu’ti tak menampik bahwa saat ini ada lulusan SMK yang tidak bekerja. Menurutnya, mereka bukan tidak mampu, melainkan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Memang tidak semuanya bekerja, karena sebagian ada yang kuliah, sebagian ada yang berwirausaha,” tuturnya.
Lebih lanjut, Mendikdasmen menjelaskan, di tahun 2025 ini pemerintah akan melakukan rehabilitasi dan revitalisasi 10.440 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, dan sebagiannya ada di Aceh. “Ini bagian dari komitmen Bapak Presiden bahwa pendidikan bermutu itu salah satu syaratnya adalah gedung, atau fasilitas pendidikan berkualitas,” pungkasnya













