Yogyakarta, panjimas – Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong kemandirian ekonomi umat, Zaini Muchlis, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FEB UMY), melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pengembangan Aset Wakaf Idle Muhammadiyah untuk Efisiensi dan Meningkatkan Fundraising Jangka Pendek” yang dilangsungkan di Gedongkuning, Rejowinangun, Yogyakarta.
Kegiatan ini menyasar para pengelola dan nazir wakaf Muhammadiyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tujuan utama untuk mengembangkan dan memproduktifkan aset-aset wakaf yang belum termanfaatkan secara optimal. Harapannya, aset-aset tersebut bisa menjadi sumber pendanaan berkelanjutan yang mampu menopang berbagai program keummatan Muhammadiyah.
Kegiatan diawali dengan proses identifikasi dan analisis terhadap aset-aset wakaf idle yang belum memberikan manfaat maksimal. Dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama seluruh nazir wakaf Muhammadiyah dari berbagai tingkatan wilayah, cabang, hingga daerah di DIY. FGD ini menjadi wadah strategis untuk merumuskan model pengembangan wakaf yang adaptif dan menyusun strategi fundraising jangka pendek.
Salah satu langkah nyata dari program ini adalah pelaksanaan pilot project berupa kerja sama dengan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam memanfaatkan lahan wakaf non-produktif melalui konsep mudharabah. Model kerja sama ini memungkinkan bagi hasil yang dapat menjadi pemasukan berkelanjutan bagi nazir, sekaligus memberikan kemaslahatan ekonomi bagi masyarakat.
Para peserta yang terdiri dari nazir dan pengelola wakaf menyambut positif kegiatan ini. Mereka tidak hanya aktif dalam diskusi, namun juga turut memberikan ide-ide segar terkait pemanfaatan aset wakaf dengan pendekatan yang lebih aplikatif dan inovatif.
Dengan optimalisasi aset wakaf, Muhammadiyah diharapkan dapat semakin mandiri dalam pendanaan dan semakin luas dalam memberi manfaat bagi umat.
