TANGERANG, panjimas – Mahasiswa yang lulus dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) merupakan tahap awal untuk membuka cakrawala dan pengembaraan ilmu pengetahuan hingga mendunia.
Oleh karena itu, menurut Mendikdasmen RI sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mendorong mahasiswa lulusan PTMA untuk mengembangkan jenjang akademik di luar negeri.
Bahkan tidak hanya mahasiswa, Mu’ti juga mendorong pada dosen di PTMA untuk memanfaatkan peluang belajar di luar negeri untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan membangun jejaring global.
“Kesempatan itu sangat terbuka. Namun semuanya mensyaratkan kesungguhan untuk menekuni bidang ilmu tertentu. Kuncinya ada pada komitmen,” ujar Mu’ti pada (17/6) di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).
Mu’ti menambahkan, kunci utama meraih kesempatan belajar di luar negeri adalah komitmen dan keseriusan dalam mengembangkan kompetensi akademik.
Berbagai jalur dapat ditempuh, mulai dari program pertukaran pelajar, kursus jangka pendek, hingga program riset dan penulisan ilmiah yang didukung berbagai lembaga pendanaan.
Tak hanya memberikan manfaat dari sisi akademik, belajar di luar negeri menurutnya juga membantu membangun pola pikir dan karakter yang lebih kuat.
Selain itu, hubungan antara dosen dan mahasiswa juga dibangun melalui proses pendampingan yang lebih intensif sehingga menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik.
“Atmosfer akademik yang kuat membuat pengalaman belajar menjadi sangat bermakna. Kemampuan berpikir logis dan kritis dibangun melalui budaya akademik yang tumbuh dengan baik,” tuturnya.
Lebih dari itu, interaksi dengan mahasiswa, akademisi, dan profesional dari berbagai negara dinilai dapat membuka peluang kolaborasi sekaligus memperluas perspektif dalam menghadapi tantangan global.
