MUINasionalNews

Sekjen MUI : Perkuat Komitmen Program Beasiswa dari Mustahik Menjadi Muzakki

32

Jakarta, panjimas – Beasiswa BAZNAS 2025 kerjasama Majelis Ulama Indoneia (MUI) dengan Universitas Islam Negeri (UIN) di sejumlah daerah bersama MUI setempat di antaranya bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah berlansung hingga tahun ke lima.

Program beasiswa ini diselenggarakan bersumber dari pembiayaan salah satu asnaf dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk membantu peserta program Doktor yang telah menjalin proses belajar di sejumlah kampus Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTKIN) seperti di SPS UIN Jakarta dan Perguruan Tinggi lainnya.

Target pendidikan selesai dalam jangka waktu 3-4 tahun dengan output menghasilkan Ulama yang intektual dan intelektual yang Ulama. Dalam bahasa al-qura’an adalah tafaqquh fiddin yakni dapat memiliki pemahaman yang mendalam, komprehensif tentang Islam.

Sehingga dapat membimbing umat dalam menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan As-Sunnah bersama para ulama, zuama’ dan cendikiawan dalam melayani umat (khodumul ummah) dan bermitra bersama pemerintah (shodiqul hukumah).

Hal ini disampaikan oleh Sekjen MUI Dr.Amirsyah Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas ) Republik Indonesia bidang Luar Negeri, KH Ahmad Sudrajat Lc. memberikan sambutan menegaskan bahwa program Baznas ini merupakan komitmen untuk memperkuat peran Baznas menjadikan Ulama sebagai “paku bumi”

Nihehingga kedepan peran strategis MUI dapat memperkuat peran Ulama yang lebih luas dalam mengembangkan manfaat zakat bagi mustahik seperti beasiswa program doktor tersebut.

Tentu peran ulama menjadi bagian dari kekuatan dalam pengembangan zakat sebagai instrumen pembiayaan untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) para ulama. Ketua pelaksana Program Doktor S3 PKU Prof.Dr.Armai Arif sebagai

Guru besar UIN Jakarta menegaskan bahwa proses terseleksi yang mendaftar sebanyak 812 orang melalui platform berbagai media yang terseleksi berkas yang memenuhi persyaratan yang lengkap hanya 40 peserta hingga akhir seleksi akan mengambil bibit-bobot yang terbaik sekitar 20 orang dengan target 3-4 tahun bisa selesai sehingga dapat menjadi motor penggerak ulama dan zakat di masyarakat.

Exit mobile version