CitizenOpini

Pesan Anwar Abbas Kepada Para Pemimpin untuk Bisa Mempertanggungjawabkan Apa yang Disampaikan ke Masyarakat

49

Pernyataan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) yang membantah Indonesia berada dalam fase krisis lapangan kerja terasa aneh dan terkesan tidak mau mengakui kenyataan. Padahal faktanya memang seperti itu, sebagai contoh pak Jusuf Kalla menceritakan perusahaan beliau butuh 20 orang insinyur tetapi yang melamar ada 23 ribu orang.

Begitu juga di kawasan Santiong, Cianjur dalam sebuah tayangan video yang viral, terlihat antrean pelamar kerja yang mengular hanya untuk satu lowongan toko ritel. Apakah ini tidak mencerminkan bahwa di negeri ini telah terjadi krisis lapangan kerja ?

Kelihatan sang Menteri dalam hal ini ingin mengkondisikan masyarakat luas untuk tetap optimis. Oleh karena itu beliau tidak mau mempergunakan kata-kata yang menyatakan bahwa di negeri ini telah terjadi krisis lapangan kerja karena kata-kata itu secara psikologis kata sang Menteri akan menimbulkan ketakutan.

Sekilas pernyataan sang Menteri ini mungkin ada benarnya. Tetapi menggunakan kata-kata yang halus untuk menggantikan kata-kata yang tidak menyenangkan, yang disebut dengan eufimisme juga memiliki beberapa dampak negatif karena eufemisme itu terkadang dapat menyamarkan masalah yang sebenarnya, bahkan terkadang tidak mendorong kita untuk melakukan tindakan perbaikan.

Sehingga akibatnya melakukan eufimisme bisa menjadi sesuatu yang menyesatkan. Mengapa demikian ? karena mempergunakan kata-kata yang diperhalus suka membuat bahasa menjadi berbelit-belit dan sulit untuk difahami sehingga makna dari bahasa yang dipergunakan menjadi kabur dan tidak efektif.

Bahkan yang lebih parah lagi eufemisme bisa membuat seseorang atau sebuah instansi lari dari tanggung jawabnya. Hal ini tentu tidak kita inginkan. Untuk itu sebaiknya pemerintah jangan sibuk memperhalus kata-kata lugas yang disampaikan ke masyarakat .

Tapi akan lebih baik kiranya jika pemerintah dengan dunia usaha serta masyarakat luas sibuk untuk mengatasi masalah yang ada dalam kata-kata tersebut dengan menciptakan lapangan kerja sehingga masalah pengangguran dan pencari kerja di negeri ini dapat kita atasi dengan sebaik-baiknya.

Anwar Abbas
Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan.
Wakil Ketua Umum MUI

Exit mobile version