Jakarta, panjimas – Wajah-wajah haru dan syukur tampak menghiasi acara peluncuran tiga program strategis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang digelar Rabu (6/8/25) di Jakarta. Program ini menjadi bentuk afirmasi nyata pemerintah kepada para pendidik Indonesia dalam rangka peringatan HUT Ke-80 Republik Indonesia.
Dibungkus tajuk “Kado HUT RI dari Presiden untuk Guru”, peluncuran ini menghadirkan sejumlah guru dari berbagai daerah. Mereka adalah penerima manfaat dari tiga program strategis.
Yakni Bantuan Insentif bagi Guru Non-ASN, Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi Pendidik PAUD Nonformal, dan Bantuan Afirmasi Kualifikasi S-1/D-4 bagi Guru. Ketiga program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar besar pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan mutu pendidikan nasional.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan bantuan ini merupakan wujud kehadiran negara bagi para pendidik.
“Ketiga bantuan tersebut adalah bentuk nyata komitmen pemerintah melalui Kemendikdasmen untuk meningkatkan kualitas guru, memperkuat layanan pendidikan, dan memberi kepercayaan kepada para pendidik bahwa negara hadir dan peduli,” ujar Suharti.
“Semoga langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar besar mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” lanjutnya dalam sambutan.
Salah satu penerima Bantuan Afirmasi Kualifikasi S-1/D-4, Wasilatun, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Selama 21 tahun mengajar di jenjang TK, baru kali ini ia merasa pemerintah begitu mengapresiasi perjuangannya.
Guru TK IT Ar-Rahman, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ini pun menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan jajaran Kemendikdasmen.
“Menjadi guru adalah profesi yang saya inginkan sejak dahulu. Saya senang bisa mengajar anak-anak untuk menjadi generasi Indonesia hebat di masa depan,” tuturnya.
“Dengan kesempatan ini, saya merasa termotivasi dan semangat mengikuti pendidikan tersebut. Semoga setelah menjalani proses pendidikan ini saya dapat mempraktikkan ilmu itu dengan baik untuk anak-anak dan menginspirasi para guru lainnya bahwa umur bukan menjadi batasan dalam mengejar ilmu.”
Ermawati, guru SD Negeri 3 Batung, Padang, Sumatra Barat
Perasaan serupa juga dirasakan Ermawati, guru SD Negeri 3 Batung, Padang, Sumatra Barat. Hampir 30 tahun mengabdi sebagai pendidik, ia tidak pernah menyangka akan mendapat kesempatan menempuh pendidikan jenjang S-1 berkat bantuan afirmasi ini.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan ini. Sungguh tak terbayangkan bagi diri saya bisa melanjutkan pendidikan S-1/D-4 ini,” ujar Erma. “Saya bangga negara terus memperhatikan kualitas dan kesejahteraan guru melalui berbagai bantuan dan pelatihan.”
Sementara itu, Teuku Afiandani, guru SMP Negeri 3 Banda Aceh, menjadi salah satu perwakilan dari Aceh yang hadir dalam acara ini. Ia mendapat Bantuan Insentif bagi Guru Non-ASN dan merasakan manfaat langsung dari program ini.
“Saya cukup terkejut ketika dalam kegiatan mengajar saya dipanggil ke ruang kepala sekolah. Di sana saya diberi info bahwa saya menjadi salah satu penerima bantuan insentif ini,” kisahnya.
“Uang tersebut juga telah saya terima melalui transfer bank beberapa hari lalu. Terima kasih untuk pemerintah melalui Kemendikdasmen. Semoga bantuan ini akan terus berlanjut serta menjangkau guru non-ASN lainnya di Aceh.”
Tak kalah antusias, Pipit Dewi Susmianti, Kepala SD Bokpri Wates 1, Daerah Istimewa Yogyakarta, turut menyampaikan rasa terima kasihnya. Bantuan insentif yang diterima menjadi penyemangat baru untuknya dan rekan-rekan guru.
“Di sekolah kami, dengan setulus hati kami mengajar peserta didik. Kami tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membangun karakter mereka agar menjadi manusia yang hebat dan bermanfaat,” ungkap Pipit. “Dengan bantuan ini saya ingin membarakan semangat untuk para guru lainnya di sekolah dan mengajak mereka untuk terus menjadi guru yang mengajar dengan baik bagi peserta didik.”
Tak hanya guru formal, apresiasi juga datang dari kalangan pendidik PAUD nonformal. Yul Fahmi, guru PAUD Latifa, Banda Aceh, merasa sangat dihargai oleh pemerintah lewat Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang diterimanya.
Pipit Dewi Susmianti, Kepala SD Bokpri Wates 1, Daerah Istimewa Yogyakarta
“Bagi kami, bantuan ini bukan sekadar nominal uang semata, tapi bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada guru PAUD,” ujar Yul. “Kami berharap ke depannya ada kebijakan yang lebih berpihak kepada guru-guru PAUD. Semoga bantuan ini berkembang turun di setiap semester pembelajaran dan menjadi bantuan yang konsisten kami terima untuk penyemangat proses mengajar.”
Program afirmasi dari pemerintah ini bukan hanya menyentuh aspek finansial, tetapi juga memberikan kepercayaan dan pengakuan terhadap dedikasi para guru. Suara-suara penuh syukur dari para penerima menjadi bukti bahwa Kado HUT RI untuk guru telah memberi makna lebih dalam bagi mereka yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan nasional













