InternasionalMUINews

Dialog Indonesia-Malaysia dalam Membangun Peradaban Dunia Menuju Masyarakat Madani

123

Jakarta, panjimas – Gagasan membangun peradaban bangsa terus bergulir di tengah kondisi dunia yang mengalami ketidakpastian sebagai dampak dari kerusakan peradaban dunia seperti terjadinya kebiadaban israel terhadap Palestina hingga kini. Dunia pun harus bangkit dan melawan kedzaliman israel.

Hal ini disampaikan Dr Amirsyah Tambunan ditengah berlangsungnya dialog peradaban di International Insititute of Advanced Islamic Studies (IAIS) Malaysia tanggal 21-24 Agustus 2025. Bertempat di Insititut Kepahaman Islam Malaysia (IKIM) Bekerjasama dengan International Insititute of Advanced Islamic Studies (IAIS) Malaysia

Dalam dialog Peradaban antar Bangsa tersebut delegasi Indonesia dipimpin oleh Prof. Dr. HM. Din Syamsuddin sebagai pimpinan delegasi sekaligus Ketua Pengarah CDCC. Delegasi dari para cendekiawan Malaysia dan Indonesia secara keseluruhan berjumlah 99 orang

Hadir pembicara dari Indonesia yakni : Prof. Fasli Djalal, Prof. Dr. Siti Zuhroh, Prof. Dr. Amin Abdullah, Pipit A. Rifai Hasan. Turut hadir pula dan aktif sebagai peserta serta memberikan gagasan yakni, Dr. Anwar Abbas selaku Waketum MUI, Dr. Amirsyah Tambunan (Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta) , Dr. Ahmad Fuad Fanani (Direktur CDCC) , Rashda Diana dan Andar Nubowo dari CDCC,

Syifa Fauzia (BKMT), Dr. Rahmat Hidayat (Sekjen DMI), Sabriati Aziz (Muslimat Hidayatullah), Abd Aziz (Dewan Pertimbangan Hidayatullah), Pipip A. Rifai Hasan, (Departemen Program Magister Studi Islam), Nurlaili, Mohamad Al Jufri (Al Khairat).

Akhmad Sadeli Karim, (Matla’ul Anwar), Yusnar Yusuf (Wantim PB Al Washliyah), Fariz Alnizar, Faisol Nasar Bin Madi (Ketum Al Irsyad Islamiyah), Khairan Muhammad Arif (Sekjen IKADI) Syafiq Mughni (Ketua PP Muhammadiyah), Agus Wicaksono (Al Ittihadiyah), Prof.Dr. Sudarnoto Abdul Hakim (Ketua MUI), Marfuah Mustofa (Wanitia Islam), Dr. Jeje Zainuddin (Ketua Umum Persis), Rahmad Hidayat (Sekjen DMI).

Nurhayati Ali Assegaf (Cendekiawan), Abdussomad (BRIN), Prof.Dr.R. Siti Zuhro, (BRIN), Al Makin, Dwi Budiman Assiroji, Prof. Dr. M.Jafar Hafsah (WaKetum ICMI), Monirah Jafar, Any Setianingrum, Salmah Orbayinah (PP Aisiyah), Ahmad Suaedy (PBNU), Lukman Hakim Saifuddin (Mantan Menag RI) , Hajriyanto Y. Thohari Mantan Dubes RI di Lebanon, Nashirul Haq ketum Hidayatullah, M Hidayat Nur Wahid (MPR RI), Prof. Dr. Fasli Jalal (Guppi), Dr. Muh. Zaitun Rasmin (Wahdah Islamiyah).

Peserta yang hadir dalam dialog yang di inisiasi oleh Center for Dialoque and Cooperation among Civilizations (CDCC) dalam rangka memperkuat Majelis Cendekiawan Madani Malaysia Indonesia (Malindo Madani).

Dalam dialog tersebut disepakati beberapa rekomendasi antara lain; Pertama, menyepakati untuk memperkuat hubungan persahabatan negara serumpun yang memiliki kesamaan agama, bahasa, etnis dan budaya, Kedua, perlunya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.

Ketiga, memperkuat basis dakwah untuk mencerahkan dan mencerdaskan umat; Keempat, memperkuat nilai-nilai Islam dalam pengembangan keuangan dan sejalan dengan nilai Islam dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Madani.

Kelima, memperkuat tradisi Islam dalam memperkuat peradaban Islam serta memperkuat etika dan akhlak Islam dalam keluarga dan masyarakat madani, menjaga dan memelihara lingkungan hijau agar terhindar dari pemanasan global, Keenam, menjadikan nilai-nilai keadilan, kebersaman dalam membangun pradaban negara.

Sebaliknya mundurnya negara kerena runtunya peradaban bangsa, karena etika dan moral bangsa mengalami kerusakan. Oleh sebab itu majunya negara karena majunya peradaban bangsa. Mengutip pendapat para ahli sejarah yakni peradaban suatu negara sangat dipengaruhi oleh kemajuan peradaban bengsa berdasarkan nilai Islam, terutama pada masa kejayaannya (Golden Age of Islam) antara abad ke-8 hingga ke-14 M di Spanyol.

Ini merupakan akar sejarah pradaban yang telah menjadi landasan nilai kemajuan pradaban dunia. Kemajuan peradaban dunia ini ditandai dengan perkembangan signifikan di berbagai bidang seperti ilmu pengetahuan (matematika, kedokteran, astronomi), ekonomi, seni, filsafat, dan tata pemerintahan, yang kemudian memberikan kontribusi besar majunya peradaban dunia dan mempengaruhi Renaisans Eropa.

Perlu dicatat, bahwa sejarah ini akan dipergilirkan kepada berbagai negara-negara Madani seiring dengan majunya peradaban dari suatu bangsa.

Exit mobile version