MuhammadiyahNasionalNews

Soroti Integritas Hakim, Universitas Muhammadiyah Maluku Gelar Kuliah Umum Hadirkan Komisi Yudisial

23
×

Soroti Integritas Hakim, Universitas Muhammadiyah Maluku Gelar Kuliah Umum Hadirkan Komisi Yudisial

Sebarkan artikel ini

Ambon, panjimas – Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) sukses menggelar kuliah umum bertajuk “Menjaga Integritas Hakim dan Membangun Kredibilitas Peradilan” di Aula Perguruan Muhammadiyah Ambon, Senin (25/8/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Mukti Fajar Nur Dewata, S.H., M.Hum., Anggota Komisi Yudisial Republik Indonesia (KY RI) yang juga Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Pelayanan Informasi.

Kuliah umum ini disambut hangat oleh Wakil Rektor I, Dr. Andi Thamrin, SP., M.Si., yang mewakili Rektor UM Maluku, serta seluruh civitas akademika.

Prof.Mukti dalam paparan materinya, menekankan bahwa integritas hakim merupakan benteng terakhir dan jaminan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

Ia menjelaskan, kompetensi hakim adalah modal utama untuk menghasilkan putusan yang berkualitas, yang tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga berkontribusi positif terhadap pembangunan hukum nasional.

“Hanya dengan hakim-hakim yang berintegritas dan berkompeten maka pengadilan tidak akan terjebak menjadi arena pertandingan tempat ditentukannya kalah atau menang, melainkan sebagaimana mestinya, sebagai tempat ditemukannya kebenaran dan keadilan,” ujar Prof. Mukti.

Selain integritas, Prof Mukti juga menyoroti pentingnya penguatan kompetensi untuk mengimbangi keterbatasan manusiawi hakim, sehingga kesalahan teknis maupun pelanggaran etik dapat diminimalisir.

Hal ini merujuk pada Peraturan Bersama Ketua Mahkamah Agung dan Ketua Komisi Yudisial nomor: 02/PB/MA/IX/2012 dan nomor: 02/PB/P.KY/09/2012 yang menyebutkan prinsip kode etik dan pedoman perilaku hakim.

Prof. Mukti juga memberikan pesan khusus kepada para peserta terkait peran Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid dan reformasi, mutlak memerlukan dukungan yang kuat dalam aspek intelektual.

“Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid, gerakan pembaharuan, mau tidak mau harus didukunng dalam kemampuan intelektual,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni, perwakilan Pengurus Badan Pelaksana Harian (BPH) UM Maluku, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku, para Kepala Sekolah Muhammadiyah se-Kota Ambon, perwakilan organisasi otonom Muhammadiyah Maluku, dan perwakilan siswa SMK Muhammadiyah Ambon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *