MuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah : Rakyat Jangan Terkontaminasi Perbuatan Meruntuhkan NKRI

32

Jakarta, panjimas – Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mewaspadai segala tindakan mengarah kepada kekerasan dan perbuatan yang bisa meruntuhkan keutuhan NKRI.

Hal itu disampaikan Haedar Nashir dalam konferensi pers setelah menghadiri pertemuan 16 ormas Islam dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025).

“Kami memahami aspirasi dan demokrasi, tetapi hendaknya kami yakin seluruh rakyat Indonesia dapat memanfaatkan demokrasi dengan penuh pertanggung jawaban dan keadaban, dan mewaspadai tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang membawa pada kekerasan dan perbuatan-perbuatan yang meruntuhkan keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia,” kata Haedar.

Menurut Haedar, pertemuan diisi dengan dialog terbuka di kediaman Prabowo itu berlangsung selama selama 3 jam. Antara ormas Islam dan presiden punya pandangan yang sama, yakni komitmen menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Haedar mengatakan kekuatan ormasi Islam punya sejarah panjang di negeri ini sejak sebelum dan sesudah kemerdekaan. Ormas Islam memahami betul bahwa persatuan, keutuhan dan masa depan bangsa perlu dijaga bersama-sama.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan ormas Islam dan pemerintah sepakat untuk bersama-sama mengatasi tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut hadir ketua umum dan sekretaris jenderal dari 16 ormas Islam, seperti PBNU, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI, al-Irsyad, PP Pelajar Islam Indonesia (PII), Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), dan lainnya. Hadir juga ketua MPR dan kepala BIN.

Exit mobile version