MuhammadiyahNasionalNews

Muktamar Muhammadiyah Jadi Fenomena Internasional, Bukan Hanya Nasional

30
×

Muktamar Muhammadiyah Jadi Fenomena Internasional, Bukan Hanya Nasional

Sebarkan artikel ini

Medan, panjimas – Ternyata untuk pemilihan tuan rumah Muktamar Muhammadiyah memiliki pola khusus. Adanya pola tersebut menjadikan tuan rumah Muktamar Muhammadiyah tidak harus selalu di Jawa.

Pola khusus untuk pemilihan lokasi atau tuan rumah Muktamar Muhammadiyah itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad pada Selasa (2/9) dalam Bincang Santai di saluran Youtube UMSU FM Medan.

Pola rotasi lokasi muktamar, kata Dadang, sekali di Jawa kemudian pindah di luar Jawa. Dia mencontohkan, pada Muktamar ke-47 Muhammadiyah diselenggarakan di Makassar, kemudian Muktamar ke-48 nya diselenggarakan di Surakarta.

“Kalau kemarin di ujung daerah timur, sekarang juga barat (Medan), nanti mungkin di tengah gitu,” ungkap Dadang Kahmad.

Pola tersebut diupayakan supaya tuan rumah muktamar bisa merata di seluruh Indonesia. Sebab Muhammadiyah bukan hanya organisasinya orang Jawa, tapi sudah menjadi fenomena nasional.

Tak hanya akan menjadi fenomena nasional, imbuh Dadang, Muktamar Muhammadiyah juga diharapkan menjadi fenomena internasional dengan menarik minat masyarakat internasional untuk datang ke muktamar – terutama peneliti asing.

Sebagai Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pustaka dan Informasi, Dadang berharap gema dari Muktamar ke-49 Muhammadiyah ini dapat dirasakan dan ditangkap oleh masyarakat lebih luas, salah satunya dengan memasifkan peran media.

“Terutama ini nanti penanganan media, karena media ini salah satu yang strategis. Kalau medianya kurang bergema, kan nanti tidak akan diketahui orang. Maka ini media dalam negeri dan luar negeri harus kita maksimalkan,” tuturnya.

Oleh karena itu, dia meminta supaya TVMU bisa didorong untuk berperan aktif dalam mengabarkan gema Muktamar ke-49 Muhammadiyah di Medan pada 2027 mendatang.

Dadang menjelaskan, saat ini TVMU mulai berkembang dengan mendirikan biro-biro di wilayah maupun daerah dengan dukungan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) setempat seperti untuk Pulau Sumatra yaitu di Palembang, Medan, dan Bengkulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *