MuhammadiyahNasionalNews

Muktamar Muhammadiyah 2027 Bahas Isu Keumatan hingga Kemanusiaan

42

Medan, panjimas – Muhammadiyah akan menyelenggarakan Muktamar ke-49 di Medan, Sumatra Utara pada tahun 2027 mendatang. Beberapa isu akan dibahas seperti isu pola keagamaan generasi muda dan konflik internasional maupun perang antar kawasan.

Pola keagamaan generasi muda sebagai isu keumatan agaknya masih akan menjadi pembahasan pada Muktamar ke-49 Muhammadiyah. Isu ini menurut Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad masih relevan dan menjadi tantangan bagi organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah.

Relasi antara generasi muda dengan agama, imbuhnya, memiliki kaitan erat dengan perilaku hidup generasi muda yang tak bisa lepas dari teknologi informasi (TI). Terlebih media sosial yang setiap hari mengintervensi kehidupan generasi muda di segala lini.

Situasi tersebut memberikan pola baru bagi generasi muda dalam beragama, hal ini menyebabkan relasi antara agama dengan generasi muda akan berbeda dengan orang tua sebelumnya. Maka Dadang mensinyalir, pola keagamaan generasi muda ini akibat dampak dari digitalisasi terhadap agama.

Pada kesempatan yang sama, dalam dialog Ruang Publik yang diselenggarakan TVMU pada (6/9) itu, Sekretaris PP Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin menambahkan, bahwa isu yang akan dibahas dan menjadi program di Muhammadiyah pada Muktamar 49 juga meliputi isu kebangsaan dan kemanusiaan.

Menurutnya, Muktamar Muhammadiyah ini hasilnya tidak hanya berdampak ke Muhammadiyah saja, tapi juga bagi kehidupan berbangsa, maupun bagi kemanusiaan secara universal. Oleh karena itu, seringkali isu di Muktamar pembahasannya sangat luas.

Sebagaimana diketahui, Muhammadiyah saat ini telah berdiri di lebih dari 30 negara. Tentu ini menjadi jaringan besar untuk dirawat dan dikembangkan. Maka dibutuhkan sebuah program yang relevan untuk jaringan ini, sehingga Muhammadiyah dapat berperan dan memberikan dampak positif di publik internasional.

“Muhammadiyah ini juga sudah punya jaringan secara internasional, berdampak juga secara internasional. Di mana kita tahu situasi nasional maupun situasi internasional saat ini penuh dinamika,” katanya.

Selain kemiskinan, kelaparan, dan kerusakan lingkungan, situasi yang dihadapi saat ini manusia secara universal adalah instabilitas. Meski era kolonial disebutkan telah berakhir, namun perilaku masyarakat modern masih belum berjarak dengan kebiasaan masa itu – masih terjadi perang baik di internal maupun lintas negara.

“Muktamar ini akan punya perhatian juga ke arah sana. Jadi meskipun Muhammadiyah ini organisasi keagamaan, organisasi sosial, tapi kita juga peduli terhadap perkembangan dunia, terhadap perkembangan Islam secara internasional,” katanya.

Oleh karena itu, pada Muktamar ke-49 dan sebelum-sebelumnya PP Muhammadiyah akan mengundang tokoh-tokoh internasional yang punya pengaruh. Selain isu keagamaan generasi muda, konflik internasional, isu yang dibahas pada Muktamar 49 juga seputar ekonomi, lingkungan, dan lain-lain.

Exit mobile version