NasionalNews

Saat Mendikdasmen Abdul Mu’ti Kutip Kitab Al-Barzanji

39
×

Saat Mendikdasmen Abdul Mu’ti Kutip Kitab Al-Barzanji

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), dan Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti) bersinergi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baitul Tholibin, Kompleks Kemendikdasmen, Selasa (16/9/25).

Dengan mengusung tema “Teladan Nabi Muhammad SAW dalam Membangun Karakter Bangsa Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua”, acara ini menjadi ajang refleksi nilai-nilai spiritual sekaligus penguatan pendidikan karakter bangsa.

Nilai Teladan Nabi untuk Pendidikan Karakter
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan bagian integral dari pembentukan karakter siswa dan aparatur negara.

“Dalam rangka penguatan pendidikan karakter, salah satu kegiatan yang kita anjurkan untuk diselenggarakan di sekolah adalah peringatan hari besar agama-agama yang ada di Indonesia. Selain untuk penguatan pendidikan karakter, juga untuk melatih kepemimpinan para pelajar, dan mendinamisasi kegiatan-kegiatan positif di sekolah,” jelas Mu’ti.

Ia menyoroti akhlak mulia Nabi Muhammad Saw sebagai teladan kepemimpinan, kesederhanaan, dan pelayanan. Mengutip Kitab Al-Barzanji, Mu’ti menyebutkan sifat-sifat Nabi yang perlu diteladani.

“Dibacaan ke-18 Kitab Al-Barzanji itu disebutkan bagaimana sifat-sifat Nabi yang perlu kita teladani. Beliau itu seorang yang sangat tawadhu, kalau sepatunya rusak, dijahit sendiri. Kalau bajunya sobek, dijahit sendiri. Kalau ingin susu, beliau memerah sendiri kambingnya,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya ketulusan dalam pelayanan publik dengan meneladani Nabi Muhammad Saw. dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ketulusan itulah yang menjadi ruh dalam setiap pekerjaan, baik di lingkungan keluarga, kantor, maupun masyarakat.

“Beliau (Nabi Muhammad SAW) berkhidmat melayani keluarganya dengan pelayanan yang tulus, bisiratin syariah. Melayani bukan karena disposisi, tapi karena memang harus begitu dengan ketulusan. Beliau juga mencintai orang miskin, menjenguk yang sakit, mengantarkan jenazah, dan tidak menyulitkan orang fakir. Ini bisa menjadi teladan dalam membangun kehidupan bersama,” tambahnya.

Para undangan
Maulid sebagai Ekspresi Budaya
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa Maulid Nabi tidak hanya merupakan peringatan keagamaan, tetapi juga ekspresi budaya yang kaya makna spiritual.

“Ini tentu bukan hanya sekadar kegiatan keagamaan. Bagi Kementerian Kebudayaan, ini juga sebuah warisan budaya bangsa yang ekspresinya sangat banyak. Dari Aceh hingga Papua, kita melihat kekayaan budaya lokal yang terinspirasi dari ajaran Islam, bahkan terjadi akulturasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, peringatan Maulid di berbagai daerah di Indonesia memiliki ciri khas masing-masing, mulai dari pembacaan Barzanji, kasidah, arak-arakan, hingga keris. Menurutnya, ini bukti bahwa Islam di Indonesia tumbuh dalam harmoni dengan budaya lokal melalui dialog dan komunikasi budaya yang merangkul tradisi.

“Mudah-mudahan kita semua juga menjadi umat yang bisa mencerahkan bangsa, yang bisa menyatukan kekuatan umat Islam di dunia dan kita konsisten mendukung Palestina Merdeka,” tutupnya.

Penyaluran zakat UPZ
UPZ Hadirkan Aksi Sosial
Acara juga diisi tausiah Wakil Ketua Umum PBNU, Zulfa Mustafa. Ia menekankan makna keteladanan Rasulullah Saw dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia dan penuh kasih sayang. Pesan ini mengingatkan bahwa Maulid tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi tahun ini turut diwarnai aksi nyata kepedulian sosial. Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Kemendikdasmen, Kemenbud, dan Kemendikti menyalurkan zakat, infak, sedekah, serta paket sembako bagi para pegawai non-ASN.

Sebanyak 620 penerima yang terdiri atas tenaga pramubakti, alih daya, kebersihan, dan keamanan menerima bantuan. Paket sembako berisi beras 4 kilogram, minyak goreng, gula, kecap, biskuit kaleng, dan sarung sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan mereka.

UPZ juga meluncurkan program beasiswa pendidikan bagi anak-anak pegawai non-ASN. Bantuan ini mencakup jenjang SD hingga perguruan tinggi, dengan besaran sesuai standar Program Indonesia Pintar (PIP) serta mempertimbangkan kondisi ekonomi dan prestasi akademik penerima.

Beasiswa tersebut dihimpun dari zakat penghasilan pegawai tiga kementerian. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial UPZ terhadap kesejahteraan pegawai dan keberlangsungan pendidikan anak-anak mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *