Jakarta, panjimas — Sebanyak 20 kapal perang Zionis israel membajak armada kemanusian Global Sumud Flotilla di perairan internasional menuju Gaza pada Kamis (2/10/2025) dini hari WIB.
Satu per satu 44 armada kemanusian itu diculik oleh pasukan penjajahan.
Para relawan dan aktivis kemanusian yang turut serta dalam pelayaran disandera tanpa perlawanan. Hanya kata-kata dan nyanyian-nyanyian yang para relawan dan aktivis berkumandang saat disandera dan ditangkap di atas kapal-kapal kemanusian agar para tentara penjajahan Zionis israel itu paham tentang keharusan Palestina merdeka.
Dari laporan Global Sumud Flotilla, ada tiga kapal kemanusian yang menjadi sasaran utama penyerangan tentara Zionis Israel, yakni Kapal Alma, Kapal Sirius dan Kapal Adara. Di Kapal Alma, tercatat ada 29 relawan dan aktivis, serta beberapa nama pemimpin pelayaran.
Di antaranya ada aktivis asal Swedia Greta Thunberg dan Jasmine Acar dari Jerman. Aktivis kemanusian asal Brasil Thiago Avila, pun berada di kapal tersebut dan menjadi salah-satu pemimpin pelayaran menembus Gaza ini.
Sebelum serdadu-serdadu laut Israel membajak dengan menaiki Kapal Alma, armada tempur zionis itu melakukan pengepungan. Sempat terjadi kontak radio antara tentara penjajah dengan Thiago Avila.
Aktivis Global Sumud Flotilla Thiago Avila berkomunikasi dengan militer israel sebelum kapal-kapal diserang pada Rabu (1/10/2025) malam.
Komunikasi itu berupa ancaman agar Kapal Alma menghentikan pelayaran. Mereka mengatakan, armada utama Global Sumud Flotilla itu memasuki zona perang aktif yang dalam penguasaan Zionis israel.
“Anda berada di zona perang aktif. Dan jika anda mencoba utuk menembus blokade, angkatan laut kami (zionis) akan menghentikan kapal anda secara paksa. Dan kami berhak menyita kapal-kapal anda atas nama hukum. Anda akan bertanggung jawab penuh atas tindakan Anda,” begitu ancaman tentara Zionis israel melalui komunikasi radio dengan Kapal Alma seperti disampaikan resmi melalui saluran Global Sumud Flotilla, Kamis (2/10/2025) dini hari WIB.
Thiago, pun membalas pengancaman itu dengan menegaskan tindakan pengadangan, dan penghentian pelayaran kemanusian armada Global Sumud Flotilla merupakan pelanggaran atas hukum internasional. Thiago menyampaikan kepada tentara Zionis Israel dari radio itu dengan penegasan armada Global Sumud Flotilla berlayar ke Gaza melalui perairan internasional yang dilindungi oleh hukum internasional.
“Anda mengatakan bahwa kami (Global Sumud Flotilla) memasuki tempat di mana anda telah melakukan kejahatan perang,” jawab Thiago. Dia pun mengingatkan kepada tentara Zionis Israel di radio itu tentang jaminan kemanan oleh hukum internasional terhadap misi-misi kemanusian.
“Kami menegaskan kepada anda, bahwa Mahkamah Internasional membuat keputusan tentang upaya untuk menghalangi misi-misi kemanusian ke Gaza merupakan tindakan ilegal secara hukum internasional,” ujar Thiago.
Dia lalu meminta Zionis Israel sadar dari beragam pengangkangan terhadap hukum-hukum internasional. “Hukum internasional berkali-kali meminta Anda (Zionis Israel) bertanggung jawab atas kejahatan perang dan genosida yang sudah dilakukan,” kata Thiago.
Bahkan kata Thiago kembali mengingatkan tentang putusan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang sudah memerintahkan agar pemimpin negara ilegal Zionis israel benjamin netanyahu ditangkap dan diadili atas semua tindakan kejahatan perang dan kejahatan kemanusian di Palestina dan Gaza.
Aktivis di armada kapal yang berlayar menuju Gaza mengatakan angkatan laut israel telah mulai mencegat kapal mereka saat mereka mendekati wilayah Palestina , Rabu, 1 Oktober 2025. – ( Global Sumud Flottila via Reuters)
“Mahkamah Pidana Internasional memerintahkan penangkapan terhadap Perdana Menteri Anda, Benjamin Netanyahu atas kejahatan-kejahatan perang, dan kejahatan-kejahatan kemanusian yang dilakukan, yang membuat ribuan anak-anak dan orang-orang (di Gaza) kehilangan nyawa, dan yang membuat anak-anak dan orang-orang kehilangan nyawa karena kelaparan, dan menggunakan kelaparan itu sebagai senjata untuk kejahatan perang,” ujar Thiago.
Thiago pun terus-menerus mengingatkan melalui kontak radio dengan tentara Zionis Israel itu tentang moralitas, dan sebagai manusia yang menjunjung tinggi hak-hak kemerdekaan suatu bangsa dan negara, termasuk Palestina.
Thiago melanjutkan, menjadi tugas moral bagi Global Sumud Flotilla untuk menolak semua upaya dari pasukan pendudukan, yang memaksa untuk penghentian misi kemanusian ke Gaza.
“Oleh karena itu, kami tidak mengakui anda sebagai pihak yang sah untuk mengendalikan setiap upaya kami dalam membawa bantuan yang nyata ke Gaza. Kami menolak setiap upaya dari pasukan Anda untuk mengendalikan bantuan kemanusian yang kami bawa untuk rakyat Palestina di Gaza. Mereka memiliki hak untuk kedaulatan, dan mereka memiliki hak untuk menentukan kemerdekaan,” kata Thiago.
Dengan jawaban tersebut, Thiago menegaskan kepada tentara Zionis Israel yang ada di dalam saluran radio itu untuk mundur. Ia meminta pasukan Zionis Israel agar tak mengganggu misi pelayaran kemanusian ke daratan Gaza itu.
“Kami perintahkan Anda (Zionis Israel) untuk mundur, untuk tidak melakukan kejahatan perang lain di antara kejahatan perang yang telah Anda lakukan selama ini. Kami minta Anda mundur, dan jangan terlibat mengalangi kami yang datang untuk kemanusian tanpa kekerasan kepada rakyat Palestina di Gaza. Kami membawa makanan, bantuan obat-obatan, air bersih, dan susu bayi untuk orang-orang yang kalian biarkan kelaparan di Gaza,” ujar Thiago.
Akan tetapi jawaban-jawaban tegas dari Thiago itu tak digubris tentara Zionis Israel. Tak lama berselang, kapal perang Zionis Israel mendekat dan mengirimkan para tentaranya untuk menaiki Kapal Alma. Semua yang berada di dalam Kapal Alma ditangkap dan disandera. Termasuk Thiago, Greta, dan Jasmine. Hingga kini, belum ada kabar pasti tentang dibawa ke mana 29 relawan, dan aktivis yang berada di Kapal Alma tersebut.
Bella Ciao Palestina
Bukan cuma Kapal Alma saja yang diserang oleh tentara Zionis Israel. Namun hampir 41 kapal kemanusian Global Sumud Flotilla, pun satu-satu per satu diserang dalam konvoi itu. Dari salah-satu saluran komunikasi antar partisipan Global Sumud Flotilla, juga disampaikan detik-detik para relawan dan aktivis di atas kapal sebelum diserang, dan disandera.
Aktivis Global Sumud Flotilla menyanyikan lagu pembangkangan Italia Bella Ciao sebelum ditahan pasukan Israel di perairan Palestina, Rabu (1/10/2025).
Dalam video tersebut belasan relawan tampak duduk berhadap-hadapan dengan mengenakan jaket pelampung yang berlampu-lampu. Susana mencekam saat serdadu Zionis Israel mendekat. Akan tetapi para relawan dan aktivis itu tampak tenang tanpa perlawanan, sambil menyanyikan lagu Palestina Merdeka.
Dari rekaman penangkapan tersebut, para relawan dan aktivis semuanya mengumandangkan lirik Bella Ciao berbahasa Italia yang diadopsi untuk kemerdekaan Palestina.
“Viva…viva… Palestina. Bella ciao, bella ciao, bella ciao…ciao…cioa. Viva…viva… Palestina, will be free form the river to the sea,” begitu nyanyian tersebut sebelum serdadu Zionis Israel menaiki kapal untuk menyerang dan menyandera para relawan dan aktivis.
Laporan dari aplikasi pemantauan pelayaran Magic Mapim Global Sumud Flotilla sampai dengan Kamis (2/10/2025) pukul 04.44 WIB tercatat 21 dari 44 armada kemanusian yang sudah diserang, dan dalam status darurat pertolongan.













