Panjimas – Ketika Habibie mendapat kepercayaan dari Presiden Soeharto menjadi Menteri Riset dan Teknologi namanya mencuat karena gagasannya untuk membangun industri pesawat terbang kelas dunia di Bandung.
Salah seorang pengusaha dan pedagang besar waktu itu bilang untuk apa membuat industri padat modal seperti itu, lebih baik Indonesia beli saja ke perusahaan pembuat kapal terbang yang ada, harganya bisa lebih murah.
Demikianlah perbedaan mentality dan cara pandang pedagang besar dengan cara pandang industriawan. Bagi pedagang bagaimana dia bisa membeli produk yang sudah ada kemudian menjualnya dan dalam jangka pendek bisa dapat untung.
Berbeda halnya dengan pejabat publik yang memiliki mentality industriawan dan punya nasionalisme tinggi. Orientasinya tidak hanya bersifat jangka pendek tapi lebih bersifat jangka panjang. Artinya bagaimana dia bisa membangun dan mengembangkan inovasi, agar usahanya tumbuh menjadi bisnis berskala besar dan berkelas dunia. Untuk itu dia harus berani menghadapi risiko ( risk taker) secara terkelola, dan memandang masalah yang dihadapinya sebagai peluang.
Disinilah kita lihat menariknya sosok Habibie dimana dia selain seorang pemimpin juga memiliki mentality sebagai seorang industriawan, sehingga yang dipikirkannya tidak hanya keadaan bangsanya hari ini saja tapi bagaimana dia bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyatnya dalam jangka pendek, menengah dan panjang baik dalam bidang ekonomi, politik, pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Karena bagi Habibie jika Indonesia mau maju maka Indonesia harus membangun dirinya berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, sebab jika kita bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kata Habibie maka kita akan bisa menguasai ekonomi dan politik dunia.
Itulah yang telah dilakukan oleh Jepang, Korea Selatan dan China dan bagaimana dengan Indonesia ? Kita tentu saja butuh pemimpin yang visioner seperti Habibie yang ingin mengangkat harkat dan martabat bangsanya di mata dunia dan Purbaya mungkin bisa diharapkan menjadi salah satu tokoh yang dapat mengorkestrasi hal demikian.
Anwar Abbas
Ketua PP Muhammadiyah
