InternasionalMUINasionalNews

Kehadiran Atlet israel ke Jakarta Lecehkan Konstitusi dan Merusak Kesadaran Berbangsa

21
×

Kehadiran Atlet israel ke Jakarta Lecehkan Konstitusi dan Merusak Kesadaran Berbangsa

Sebarkan artikel ini

Selama kehadiran atlet senam israel yang akan mengikuti kejuaraan dunia di Jakarta sifatnya hanya rencana tidak masalah. Dia baru bermasalah kalau pemerintah indonesia memberi izin kepada atlet tersebut untuk datang dan ikut bertanding di negeri ini.

Karena bagaimana kita bisa menerima kehadiran atlet yang merupakan utusan resmi dari negara israel yang kita tidak punya hubungan diplomatik dengan negara tersebut untuk bertanding di negara kita yang dikenal anti penjajahan dan sangat menghormati serta menjunjung tinggi nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan.

Sementara israel yang merupakan negara dari sang atlet adalah negara yang dikenal oleh dunia sebagai negara penjajah dan negara yang sangat-sangat tidak menghargai serta tidak menghormati manusia dan nilai-nilai kemanusiaan.

Coba saja bayangkan operasi militer Pasukan Pertahanan israel (IDF) di Gaza yang berlangsung dalam 2 tahun terakhir telah menewaskan sedikitnya 66.000 orang. Belum lagi jumlah yang sakit dan luka-luka tentu jauh lebih besar dari itu.

Apalagi kalau kita lihat dampak dari serangan israel ke Gaza tersebut telah menyebabkan 90 persen lebih rumah yang ada di gaza saat ini telah hancur dan rusak sehingga sekitar 1,9 juta jiwa dari 2,1 juta penduduknya sudah kehilangan tempat tinggal.

Oleh karena itu tidak ada gunanya kita bermanis-manis dan membangun hubungan olahraga dengan negara yang tega melakukan ethnic cleansing dan genosida tersebut.

Untuk itu kehadiran atlet israel tersebut untuk bertanding dalam kejuaraan dunia yang akan diadakan di Jakarta harus DITOLAK karena selain bertentangan dengan amanat dan semangat konstitusi juga akan membuat hati sebagian besar rakyat di negeri ini akan terluka. Bahkan tidak hanya sampai disitu.

Kehadiran dari atlet israel tersebut jelas akan mengundang kegaduhan di negeri ini padahal kita sekarang sedang membutuhkan persatuan dan kesatuan serta suasana aman tentram dan damai agar kita dapat membangun negeri kita yang sama-sama kita cintai.

Anwar Abbas
Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan
Ketua PP Muhammadiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *