MuhammadiyahNasionalNews

Pemuda Muhammadiyah Dorong Optimisme dan Hadapi Empat Tantangan Zaman

24
×

Pemuda Muhammadiyah Dorong Optimisme dan Hadapi Empat Tantangan Zaman

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengajak pemuda Indonesia untuk tetap optimis menyongsong masa depan dengan memanfaatkan modal intelektual dari para pendahulu.

Dalam ceramahnya pada Pengajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta, Jumat (10/10), Dzulfikar menyoroti semangat progresif pemuda Indonesia sejak zaman sebelum Masehi hingga awal abad ke-20, sambil memetakan empat tantangan utama yang dihadapi generasi muda saat ini: ekonomi, kesehatan mental, partisipasi politik, dan literasi digital.

Dzulfikar menegaskan bahwa pemuda Indonesia memiliki warisan intelektual yang kuat dari para pendahulu yang selalu progresif. “Modal ini harus kita rawat untuk menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Ia kemudian memaparkan empat potret tantangan yang dihadapi pemuda saat ini.

Pertama, tantangan ekonomi. Dzulfikar menyoroti persaingan global dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang semakin sulit akibat perkembangan teknologi.

“Dulu, setiap gerbang tol dijaga beberapa orang. Sekarang, hanya segelintir. Pekerjaan seperti kliping koran pun sudah hilang. Kebutuhan akan tenaga kerja semakin berkurang,” ungkapnya. Ia menekankan perlunya inovasi untuk menciptakan peluang ekonomi baru bagi pemuda.

Kedua, kesehatan mental. Isu ini disebutnya sebagai masalah besar di kalangan anak muda. “Mereka bisa sangat bersemangat, tetapi dalam waktu singkat bisa melemah drastis,” kata Dzulfikar. Ia mengajak pemuda untuk membangun ketahanan mental agar mampu menghadapi tekanan zaman.

Ketiga, kurangnya partisipasi politik. Dzulfikar mendorong kader-kader Pemuda Muhammadiyah untuk tidak ragu terlibat dalam politik. “Jangan malu-malu masuk gelanggang politik, entah sebagai panitia Pemilu atau peran lainnya. Partisipasi politik pemuda sangat penting,” tegasnya.

Keempat, literasi digital. Dzulfikar mengkritik maraknya influencer yang mengklaim diri sebagai “messiah” tanpa latar belakang akademik yang kuat.

“Kita mestinya punya kader-kader pintar dengan kemampuan storytelling yang baik. Saatnya mereka tampil menyampaikan kebenaran kepada publik,” ajaknya, menekankan pentingnya literasi digital untuk melawan narasi keliru di media sosial.

Ceramah ini menjadi panggilan bagi generasi muda Muhammadiyah untuk aktif berkontribusi, tidak hanya dalam ranah sosial dan keagamaan, tetapi juga dalam ekonomi, kesehatan mental, politik, dan literasi digital, demi membangun peradaban yang unggul dan utama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *