MuhammadiyahNasionalNewsUncategorized

Muhammadiyah Teguhkan Gerakan Wakaf Produktif Berbasis Inovasi dan Kolaborasi

38
×

Muhammadiyah Teguhkan Gerakan Wakaf Produktif Berbasis Inovasi dan Kolaborasi

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Menteri Koordinator Pangan (Menko Pangan) RI Dr.(HC) Zulkifli Hasan, MM menutup secara resmi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dirangkai dengan Forum Keuangan Sosial Syariah 11 Oktober 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta.

Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto berkomitmen meningkatkan gizi pangan untuk mempersiapkan generasi yang cerdas sejalan dengan teologi Al-Ma’un yang di pelopori pendiri Muhammadiyah KH.Ahmad Dahlan (1912).

Memberi makan bergizi, membantu fakir miskin sejak awal telah menjadi program persyarikatan Muhammadiyah. Karena itu ia mengaku sebagai kader Muhammadiyah akan terus berkomitmen meningkatkan kedaulatan pangan. Ia mengutip hasil survei terbaru Litbang Kompas bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja penyediaan pangan melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mencapai 71,5%.

Peneliti Litbang Kompas Agustina Purwanti menjelaskan publik menilai Kementan berhasil menjalankan berbagai program yang berdampak langsung bagi petani dan masyarakat luas. Oleh karena itu panggilan akrab Zulhas mengatakan bahwa pihak nya terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk penggunaan lahan wakaf Muhammadiyah untuk mempersiapkan pangan yang bergizi agar melahirkan generasi yang berkualitas.

Ketua MPW PP Muhammadiyah, Dr. H. Amirsyah Tambunan menegaskan bahwa aset tanah wakaf Muhammadiyah masih banyak yang belum produktif sangat berpotensi di gunakan untuk lahan Pangan seperti tanah wakaf di Jonggol 50 Ha.

Hanya saja butuh kolaborasi dengan semua pihak, agar mudah di ingat Buya Amirsyah menggunakan singkatan ABGCM (Akademisi, Bisnismen, Government, Masyarakat dan Media). Dengan kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan tanah wakaf untuk penggemukan sapi, domba, sayur mayur, dll.

Dalam kesempatan yang sama, Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Prof. Hilman Latief, M.A., Ph.D., dalam sambutan mengatakan bahwa Muhammadiyah berkomitmen mendayagunakan lahan tanah wakaf Muhammadiyah seluruh Indonesia melalui sepuluh program aksi bersifat nasional (2026–2027), meliputi; pertama, pendirian Pesantren Eco-Saintek dengan basis wakaf; kedua, melakukan transformasi STKIP Sungai Penuh menjadi Universitas Muhammadiyah Jambi di atas tanah wakaf.

Ketiga, penghimpunan wakaf untuk Pusdiklat Pimpinan Pusat Tapak Suci Putra Muhammadiyah di Jogjakarta; keempat, pengembangan wakaf Ekonomi Kreatif; kelima, pendirian Gedung Pusat Filantropi Muhammadiyah di Jakarta.

Keeenam, mendirikan Desa Wisata Berbasis Wakaf
Green Waqf; ketujuh, Gerakan Wakaf Pohon Nasional dan Eco-Masjid Muhammadiyah dan wakaf pertanian; delapan, Integrated Smart Farming Jonggol; sembilan, Greenhouse Farming, pengembangan Platform Digital “wakaflink.id” sebagai marketplace;

Kesepuluh, pembuatan sistem transparansi nasional
Program “One Province One Waqf Project” untuk mengembangkan potensi wakaf unggulan di setiap wilayah Muhammadiyah.

Dalam acara penutupan Rakornas juga dilakukan penyerahan rekomendasi komisi dan penegasan komitmen seluruh peserta untuk menjadikan wakaf sebagai instrumen keadilan sosial dan kemandirian ekonomi umat.

Ketua MPW PP Muhammadiyah, Dr. Amirsyah Tambunan, menegaskan bahwa Rakornas ini menjadi momentum strategis untuk mengonsolidasikan semangat tajdid dalam pengelolaan wakaf Muhammadiyah.

“Gerakan wakaf Muhammadiyah harus menjadi lokomotif pemberdayaan ekonomi umat. Generasi muda memiliki peran penting untuk menghidupkan inovasi, teknologi, dan kreativitas dalam membangun sistem wakaf produktif yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,”
ujar Amirsyah dalam pidato penutupan Rakornas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *