NasionalNews

Abdul Mu’ti Tekankan Pentingnya Peran Ayah dan PAUD, Tanggapi Fenomena Fatherless Nation

65

Lamongan, panjimas – Mendikdasmen RI sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti berikan respons untuk fenomena bangsa tanpa ayah atau fatherless nation.

Guru Besar Pendidikan Agama Islam ini menyebut, fenomena fatherless nation mengingatkan bahwa saat ini terdapat anak-anak yang hidup dalam keluarga tanpa ayah. Hal itu terjadi dalam arti yang sesungguhnya maupun juga kiasan.

Dalam makna sebenarnya, Mu’ti menyebut pada masa sekarang struktur keluarga tidak lagi sama. Sebab terdapat keluarga yang hanya terdiri dari seorang ibu dan anak – orang-orang biasanya menyebutnya sebagai single parent.

“Kedua, anak ini punya ayah, sang istri juga punya suami. Tetapi sang ayah dan suaminya tidak pernah mengurusi istri dan anaknya,” kata Mu’ti pada Sabtu (18/10) dalam Puncak Milad IGABA ke-28 yang diadakan PD IGABA Lamongan.

Fenomena fatherless nation dalam makna yang ini patut mendapat perhatian dari semua pihak. Sebab peran seorang ayah dalam kehidupan anak dan keluarga dibutuhkan untuk membangun bangsa hebat.

Mu’ti juga menjelaskan fenomena fatherless nation dalam konteks negara. Fatherless nation dalam konteks ini merupakan sebuah negara yang miskin teladan, atau miskin contoh yang baik dari pemimpin negaranya.

“Oleh karena itu ketika kita berbicara pendidikan anak usia dini, peran ibu sangat penting. Tetapi peran ayah juga tidak kalah pentingnya. Inilah yang menjadi tantangan kita saat ini,” ungkap Mu’ti.

Terjadinya fenomena fatherless nation, kata Mu’ti merupakan tantangan yang muncul bersamaan dengan perkembangan ekonomi dan sosial. Sebab perkembangan Ekosos berpengaruh kepada struktur keluarga Indonesia.

Di tengah perubahan struktur keluarga dan fenomena fatherless nation, pendidikan anak sejak usia dini menurutnya menjadi sebuah keniscayaan. Maka pemerintah berkomitmen untuk mendukung PAUD untuk tetap berdiri dan berkembang.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi solusi dari masalah sosial akibat dari perubahan struktur keluarga dan fenomena fatherless nation itu. Situasi ini menurut Mu’ti bukan hanya fenomena perkotaan, tapi juga perdesaan

Exit mobile version