MuhammadiyahNasionalNews

Susun Peta Jalan Kaderisasi di Era Society 5.0, MPKSDI Muhammadiyah Gelar Rakornas 2025

74

Jakarta, panjimas – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2025 pada 24–26 Oktober 2025, di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Sekretaris MPKSDI PP Muhammadiyah, Dr. Azaki Khoirudin, M.Pd., mengungkapkan forum strategis yang akan dihadiri sekitar 200 peserta dari seluruh Indonesia ini menjadi ajang penting untuk merancang ulang sistem perkaderan Muhammadiyah di tengah tantangan era digital dan kecerdasan buatan (AI).

Menurutnya, dengan mengusung tema “Muhammadiyah 2050: Membangun Kader Islam Berkemajuan di Era Society 5.0”, Rakornas MPKSDI 2025 diharapkan mampu memperkuat visi kaderisasi Persyarikatan agar relevan dengan perkembangan teknologi dan dinamika global.

Reformasi, Digitalisasi, dan Revitalisasi
Menurut Azaki, ada tiga agenda besar yang menjadi fokus pembahasan dalam Rakornas 2025.

Pertama, Reformasi Sistem Perkaderan Muhammadiyah (SPM). Isu utama dalam agenda ini adalah perlunya sinkronisasi antarjenjang dan kejelasan luaran kader di tengah isu-isu global yang makin kompleks.

“Kita ingin merancang sistem perkaderan yang sederhana tapi kuat, memiliki peta jalan yang jelas, dan tetap berpijak pada nilai ideologis Muhammadiyah,” jelasnya, Selasa 21 Oktober 2025.

Kedua, Digitalisasi Perkaderan. Langkah ini dianggap penting untuk membenahi pengelolaan data kader yang selama ini masih konvensional.

Melalui digitalisasi, organisasi dapat melakukan pemetaan sumber daya manusia secara akurat, menempatkan kader di posisi strategis, serta membangun jejaring kader berbasis data dan integrasi sistem.

Ketiga, Revitalisasi Sekolah Kader. Azaki menegaskan, sekolah kader tidak boleh berhenti di level pendidikan ideologis semata. “Kader Muhammadiyah ke depan harus juga menguasai ilmu-ilmu umum—ekonomi, kesehatan, kebencanaan, bahkan pertambangan—agar dakwah kita menjangkau seluruh sektor kehidupan,” ujarnya.

Agenda Pendukung
Selain tiga agenda utama yang menjadi fokus pembahasan, Rakornas MPKSDI 2025 juga dirancang dengan serangkaian kegiatan pendukung yang tak kalah penting.

Menurut Azaki kegiatan-kegiatan tersebut menggambarkan semangat organisasi untuk memperbarui sistem perkaderan secara menyeluruh—baik di level ide, kebijakan, maupun praktik lapangan.

Salah satu sorotan utama ialah peluncuran tujuh buku perkaderan Muhammadiyah yang menjadi hasil kerja panjang tim MPKSDI bersama para pakar pendidikan dan penggerak organisasi di berbagai daerah.

Buku-buku itu meliputi Pedoman Perkaderan Sekolah, Madrasah, dan Pesantren; Pedoman Perkaderan Amil; Modul Perkaderan Dosen; Modul Perkaderan Karyawan; Modul Perkaderan Top Manajer PTMA; Modul Perkaderan RSMA; serta Pedoman Rencana Tindak Lanjut (RTL).

“Selama ini, panduan perkaderan di Muhammadiyah tersebar di banyak dokumen dan belum terintegrasi dengan kebutuhan lintas bidang. Tujuh buku ini akan menjadi rujukan baru yang sistematis, praktis, dan bisa diterapkan di seluruh amal usaha Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia menambahkan, peluncuran buku ini juga menjadi simbol konsistensi MPKSDI dalam menata arah perkaderan secara ilmiah dan profesional.

Peluncuran PT Quadrum Edukasi Semesta
Tak hanya itu, Rakornas tahun ini juga akan menandai peluncuran PT Quadrum Edukasi Semesta, sebuah langkah inovatif yang mencerminkan semangat kemandirian organisasi.

Menurut Azaki, perusahaan tersebut dirancang sebagai platform pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia yang bergerak dengan prinsip profesionalisme dan keberlanjutan.

“PT Quadrum adalah bentuk nyata bahwa perkaderan tidak hanya membentuk ideolog, tapi juga wirausahawan sosial yang bisa memperkuat kemandirian Muhammadiyah di masa depan,” jelasnya.

Agenda pendukung berikutnya adalah seminar nasional yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan pakar lintas bidang. Beberapa di antaranya ialah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI), Raja Juli Antoni, Ph.D. (Menteri Kehutanan RI), Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.Ak., M.PKP., Dr. Agung Danarto, M.Ag., serta Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia.

“Forum ini akan menjadi ruang tukar gagasan antara pemerintah, akademisi, dan kader Muhammadiyah tentang bagaimana membangun SDM yang unggul dan berkarakter Islam berkemajuan,” tutur Azaki.

Puncak Acara
Puncak Rakornas akan diakhiri dengan malam penganugerahan MPKSDI Award 2025, bentuk apresiasi bagi amal usaha maupun individu yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam pembinaan kader Muhammadiyah.

Ada beberapa kategori penghargaan, di antaranya Perkaderan Teraktif Tingkat Wilayah, AUM Pendidikan, AUM Kesehatan, MPKSDI Inovatif, dan AUM Peduli Perkaderan.

“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tapi dorongan moral agar seluruh komponen Muhammadiyah terus berinovasi dan memperkuat ekosistem kaderisasi di lingkungannya masing-masing,” kata Azaki menegaskan.

Dengan seluruh rangkaian itu, Rakornas MPKSDI 2025 tak hanya menjadi ajang koordinasi nasional, tetapi juga panggung refleksi dan inovasi kaderisasi Muhammadiyah—sebuah momentum penting untuk menapaki visi 2050 dengan sistem yang lebih modern, terukur, dan berdaya saing global.

Dia menerangkan, Rakornas MPKSDI 2025 diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun sistem perkaderan Muhammadiyah yang adaptif, profesional, dan berdaya saing global tanpa kehilangan nilai-nilai ideologisnya.

“Perkaderan Muhammadiyah ke depan harus mampu menyiapkan kader yang siap menghadapi tantangan masa depan, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai Islam yang berkemajuan,” tutur Azaki.

Exit mobile version