Jakarta, panjimas — Bersamaan dengan peringatan Hari Santri Nasional, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menerima penganugerahan Yai Menteri dari Lentera Hati Islamic Boarding School, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Abdul Mu’ti dalam memajukan pendidikan nasional serta kiprahnya di bidang keagamaan. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh para peserta didik disabilitas Lentera Hati Islamic Boarding School dalam bentuk sejumlah cendera mata yang sarat makna.
Gelar Yai adalah sebuah gelar kehormatan yang diberikan kepada seseorang yang memiliki eksistensi dan kontribusi besar di bidang keagamaan dan pendidikan. Gelar ini juga mencerminkan sosok yang berilmu, berakhlak, alim agama, serta layak menjadi teladan dan pemimpin umat.
Secara simbolis, penganugerahan gelar Yai diberikan melalui penyerahan tongkat, sorban, dan cincin sebagai lambang kebijaksanaan, kehormatan, dan keilmuan.
Praktik Baik Pendidikan Inklusi
Dalam kunjungannya, Menteri Mu’ti menyampaikan apresiasi terhadap praktik baik pendidikan inklusi yang dikembangkan di sekolah tersebut.
“Pada dasarnya pendidikan adalah proses memuliakan manusia. Pendidikan inklusi yang ada di lembaga pendidikan ini menjadi bukti nyata tumbuhnya rasa kemuliaan tersebut dan bagaimana kita menghargai sebuah kekurangan menjadi potensi yang harus dikembangkan,” ungkap Abdul Mu’ti di Mataram, Selasa (21/10/25).
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk terus memperkuat praktik inklusif di sekolah dan pesantren.
“Janganlah kita memandang manusia hanya karena fisik dan kekurangannya. Terimalah mereka dengan apa adanya. Pendidikan inklusi di Pesantren Lentera Hati memberikan penegasan bahwa siapa pun mereka, apa pun keadaan fisiknya, mereka berhak mendapat layanan pendidikan terbaik agar tumbuh menjadi generasi Indonesia yang hebat,” tegasnya.
Anggota DPR
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, turut mengapresiasi kehadiran Menteri Mu’ti serta komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memajukan pendidikan di Provinsi NTB.
Menurutnya, sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam memperkuat sektor pendidikan.
“Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota NTB bersama Komisi X DPR RI terus berupaya membenahi sektor pendidikan. Salah satu wujudnya terlihat dari banyaknya talenta hebat dan praktik baik di sekolah Lentera Hati maupun sekolah lainnya di NTB,” ujarnya.
Sementara itu, pimpinan Lentera Hati Islamic Boarding School, Muazar Habibi, menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya kini menampung lebih dari 1.300 murid, mulai jenjang PAUD hingga SMA. Ia menegaskan komitmen sekolah untuk menjadi lingkungan yang aman, tanpa kekerasan, dan tanpa perundungan.
“Saat ini kami memiliki sejumlah kamera pengawas yang tersebar di seluruh sudut sekolah dan dapat dipantau oleh guru serta orang tua. Kami juga telah mencanangkan diri sebagai sekolah Ramah Anak dan sekolah terpadu bidang pembangunan karakter khusus di Kota Mataram,” jelasnya.
Muazar berharap kunjungan dan dukungan Menteri Mu’ti akan menjadi motivasi bagi sekolahnya untuk terus berkembang.
“Semoga kehadiran Pak Mu’ti mendorong sekolah kami untuk bisa menerima program Revitalisasi Sekolah dalam rangka mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” tutupnya













