Bogor, panjimas – Tidak terasa dalam Milad Muhammadiyah tahun ini akan memasuki usia lebih dari satu abad atau tepatnya berusia 113 M, sedangkan secara Hijriyah itu berusia 116 H.
Dalam rangka merayakan hari kelahiran Muhammadiyah pada 18 November 2025 masyarakat dan bangsa berharap akan ada pesan apa yang akan di jadikan solusi buat bangsa.
Usia yang panjang bagi sebuah organisasi lahir dari kesadaran akan pentingnya kuatan masyarakat berupa civil society yakni jaringan organisasi, kelompok, dan individu yang berada di luar struktur pemerintah untuk memperjuangkan kepentingan umum melalui partisipasi secara sukarela di mana Muhammadiyah terus memperkuat energi untuk terus bergerak.
Salah satu faktor karena keluarga besar Muhammadiyah memiliki semangat yang dilandasi ke ikhlasan untuk melakukan inovasi dalam memberikan sebagai solusi atas persoalan umat dan bangsa.
Hal ini disampaikan Ketua MPW Muhammadiyah, buya Amirsyah Tambunan kepada media usai memberikan tausiyah pada apel dalam rangka memulai rangkaian Milad 113.
“Oleh karena itu tema Milad tahun ini: “Memajukan Kesejahteraan Bangsa,” sangat responsif terhadap kondisi nasional yang penuh tantangan,” ujar buya Amirsyah pada Sabtu, (25/10/25)
Menurut Buya Amirsyah
pertama, kesenjangan sosial yang menganga; kedua, ekonomi yang belum stabil; ketiga, dan penyakit lama bangsa bernama korupsi yang tak kunjung hilang; keempat, lemahnya rasa solidaritas sesama anak bangsa.
Hal ini disampaikan Ketua MPW PP Muhammadiyah dalam kemah dakwah dalam rangka Milad Muhammadiyah ke 113 Muhammadiyah Kabupaten Bogor bersama Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kabupaten Baogor di lahan tanah wakaf 1 Ha di Bumi Perkemahan (BuPer) Situhiyang Pamijahan Bogor, Jawa Barat (25/10/25).
Lahan wakaf ini telah produkti oleh Majelis Ekonomi dan Pariwisata PDM Kabupaten Bogor kata Ketua PDM Ahmad Yani. Muhammadiyah, sejak berdiri, memang tidak pernah diam menghadapi problem bangsa. Bukan hanya lewat sekolah, rumah sakit, dan lembaga sosial, tetapi juga lewat suara moral. Salah satu isu yang paling sering disorot Muhammadiyah adalah korupsi.
Dalam banyak forum resmi, Muhammadiyah mengingatkan bahwa korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga pengkhianatan moral yang merusak keadilan sosial. Korupsi membuat rakyat semakin sulit, sementara segelintir orang menumpuk kekayaan dengan cara curang. Dalam bahasa dakwah, korupsi adalah dosa sosial yang dampaknya meluas, membuat kesejahteraan bangsa tak pernah merata.
Oleh karena itu kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto memberantas Korupsi saat ini sangat tepat untuk menyelamatkan bangsa menuju bangsa yang bermartabat kata Amirsyah yang juga sekjen MUI Pusat.
Dalam kesempatan yang sama Ketua PDM Kabupaten Bogor H. Ahmad Yani, SH., MH.I dalam sambutan pembukaan apel dalam rangka kemah bagi warga Muhammadiyah se Cabang Kabupaten Bogor, ortom menyiarkan Milad Muhammadiyah dengan memberikan santunan sembako bagi masyarakat kurang mampu sebanyak 113 paket.













