Maluku, panjimas – Kunjungi Universitas Muhammadiyah (UM) Maluku, Mendikdasmen RI sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti berpesan, kampus Muhammadiyah miliki budaya organisasi yang bersih dan produktif.
Kunjungan tersebut dilakukan oleh Abdul Mu’ti pada (24/10) yang diterima langsung oleh Rektor UM Maluku Faris Al Fadhat, Wakil Rektor UM Maluku Andi Thamrin, serta didampingi Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku Muh. Thaib Hansouw.
Budaya organisasi yang bersih dan produktif mutlak dijalankan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA). Dalam pengelolaan PTMA, Mu’ti menyebut harus menghindari 3K yaitu konflik, korupsi, dan rebutan kekuasaan.
“Mari kita bangun kekompakan, hindari konflik, dan tinggalkan sikap-sikap kontraproduktif agar kita dapat menjadi satu kesatuan yang kokoh,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa gerakan Muhammadiyah lahir sebagai gerakan tajdid (pembaruan). Maka, segala sikap yang bersifat kolot, jumud, miopik, dan stagnan perlu disingkirkan demi kemajuan kampus.
“Hindari korupsi, hilangkan sifat yang tidak visioner. Muhammadiyah adalah gerakan maju, yang selalu membawa pembaruan,” tegasnya.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah yang berada dalam konteks masyarakat minoritas, Mu’ti menekankan pentingnya strategi militan dan merangkul dalam membangun eksistensi UM Maluku.
“Carilah kesamaan, jangan terlalu fokus pada perbedaan,” pesannya.
Arah pemikiran tersebut disambut hangat oleh para dosen dan tenaga kependidikan yang hadir, sebagai motivasi untuk terus menciptakan inovasi dalam pendidikan tinggi di Maluku. Termasuk penguatan kurikulum yang relevan dengan karakter dan potensi regional, seperti kelautan, pariwisata, dan sumber daya kepulauan.
Kunjungan Mendikdasmen ini tidak hanya membawa pesan silaturahmi, namun juga dorongan penuh terhadap UM Maluku untuk menatap masa depan dengan tekad pemberdayaan dan tata kelola yang unggul.
Penegasan nilai-nilai integritas, keterbukaan, dan semangat pembaruan menjadi dasar penting perkembangan UM Maluku ke depan.
Dengan dukungan sinergis dari Persyarikatan, UM Maluku diharapkan mampu menjadi pusat lahirnya kader-kader bangsa yang memiliki wawasan global namun tetap berpijak kokoh pada identitas keislaman dan kebangsaan
