Malang, panjimas – Kader Muhammadiyah diminta untuk menjadi bagian yang berkomitmen dengan konsep Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wasy Syahadah, termasuk melalui dukungan yang terimplementasi nyata.
Dorongan itu disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto pada Rabu (29/20) dalam Pembukaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
“Kita semua sebagai kader-kader Muhammadiyah untuk turun, terjun langsung membuktikan bahwasannya negara Pancasila adalah negara sesuai dengan harapan cita-cita kita bersama,” katanya.
Agung menjelaskan, darusy syahadah atau negara kesaksian merupakan tempat kader Muhammadiyah bersaksi dan membuktikan diri melalui pembangunan dan kerja nyata.
Pada Muktamar 47 Muhammadiyah disebutkan, Negara Pancasila ini bisa seiring dan sejalan – sesuai dengan cita-cita persyarikatan Muhammadiyah, yaitu masyarakat utama adil, makmur yang diridai Allah SWT.
“Bagi Muhammadiyah tidak perlu lagi untuk mencari bentuk kenegaraan, tidak perlu diskusi dan lain sebagainya, tapi cukup dengan negara Pancasila dan NKRI ini sebagai wadah bentuk perjuangan kita menciptakan masyarakat utama, adil, makmur,” ungkap Agung.
Indonesia merupakan tempat pembuktian kader-kader Muhammadiyah, sehingga tercapai tujuan besar yaitu menjadi negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
“Karenanya komitmen ini tentu komitmen yang mendorong seluruh kader-kader Muhammadiyah termasuk IMM untuk semaksimal mungkin melakukan diaspora – terjun ke berbagai penjuru lapisan kemasyarakatan dan kebangsaan,” tuturnya.
Ilmu yang telah dipelajari oleh para kader Muhammadiyah, kata Agung, harus diimplementasikan melalui diaspora ke berbagai lini kehidupan masyarakat dan negara. Sebab ilmu tidak hanya untuk ilmu – tidak hanya untuk kepentingan pribadi.
Bagi Muhammadiyah ilmu adalah sebagai upaya atau bekal dalam rangka pengabdian bagi umat dan bangsa. Sebagaimana kata Nabi Muhammad, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain













