Jakarta, panjimas – Ketua Umum Keluarga Besar Alumni Universitas Muhammadiyah se Indonesia (Kauman) Dr. Amirsyah Tambunan memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU).
Amirsyah yang juga sebagai alumni Sarjana Muda di Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tahun 1986 angkat bicara soal berhasilnya UMSU masuk dalam pemeringkatan Quacquarelli Symonds (QS), sebuah perusahaan riset pendidikan yang sering mengadakan acara di Asia Pasifik.
Acara Quacquarelli Symonds Asia Pacific Summit ini sebagai ajang bergengsi di Asis Fasific dengan standar menggunakan ” QS” Asia University Rankings (AUR) 2026, dan menembus jajaran dari 450 universitas terbaik di Asia.
Dalam daftar resmi yang diumumkan pada puncak acara QS Asia Pacific Summit di Korea University, Seoul, pada 4–6 November 2025, UMSU bersama PTMA lainnya.
Beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) lain di Indonesia yang juga dikenal memiliki reputasi baik dalam pemeringkatan internasional dan sering berpartisipasi dalam forum serupa antara lain: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
Untuk informasi terkini mengenai QS Asia Pacific Summit 2025. Higher Ed Summit terrcatat menempati peringkat ke-445 di Asia, pada posisi ke-87 di ASEAN, dan peringkat ke-19 di Indonesia.
Meskipun prestasi ini belum masuk dalam sepuluh Universiatas Terbaik (Top Ten) namun patut disyukuri dari pemeringkatan QS Asia 2026, dengan indikator; pertama, melibatkan 1.526 universitas dari 25 negara di Asia; kedua, termasuk 91 perguruan tinggi dari Indonesia; ketiga,
Penilaian dilakukan melalui sebelas indikator utama anaran lain; pertama, reputasi akademik; kedua, reputasi lulusan di mata dunia kerja; ketiga, rasio dosen dan mahasiswa; keempat, jumlah dosen bergelar doktor; kelima, produktivitas dan dampak riset ilmiah; keenam, jejaring kolaborasi internasional.
Disamping itu QS juga menilai tingkat internasionalisasi kampus melalui jumlah mahasiswa dan dosen asing, serta mobilitas pertukaran dosen dan mahasiswa keluar dan masuk ke berbagai universitas mitra di dunia.
Oleh karena itu sebagai Alumni UMSU (1986) terus mendorong agar UMSU terus meningkatkan reputasi pada pada indikator pertukaran mahasiswa internasional. QS memberikan skor sempurna 100 untuk Outbound Exchange Students dan skor 90,8 untuk Inbound Exchange Students, menempatkan UMSU sebagai salah satu universitas paling aktif di kawasan Asia Tenggara dalam bidang mobilitas mahasiswa internasional.
Amirsyah saat ini di percaya sebagai Sekjend MUI memberikan apresiasi atas kerjasama Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP. dengan berbagai kerja keras dan kerjasama seluruh sivitas akademika serta konsistensi UMSU dalam membangun jejaring internasional selama beberapa tahun terakhir.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa prestasi ini harus konsisten dengan Roadmap UMSU 2033, yang menargetkan UMSU menjadi universitas bertaraf internasional dengan prestasi akademik, penelitian, dan kolaborasi global yang kuat. “UMSU”. Jadi istilah yang populer ABGCM (akademisi, bisnismen, government, community, media) harus bersinergi secara konsisten dalam membangun jejaring global.
“Sebagai alumni yang bergabung dalam Kauman terus mendukung agar PTMA menjadi World-Class University pada tahun 2033,” pungkas Amirsyah yang juga sebagai dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Dalam forum QS Asia Pacific Summit 2025 yang menjadi ajang pertemuan para pemimpin universitas se-Asia Pasifik, UMSU diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Dr. Rudianto, S.Sos., M.Si. Ia hadir bersama para delegasi universitas dari berbagai negara dan terlibat dalam sesi diskusi mengenai kolaborasi lintas negara di bidang pendidikan dan riset.
