MuhammadiyahNasionalNews

Akademi Da’i Digital Muhammadiyah: Meneguhkan Dakwah Berkemajuan di Era Virtual

87
×

Akademi Da’i Digital Muhammadiyah: Meneguhkan Dakwah Berkemajuan di Era Virtual

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta, panjimas – Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) , Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Arifin, menyampaikan penyebaran dakwah Muhammadiyah hingga ke lapisan masyarakat terpencil dan kaum marjinal mulai dari anak jalanan, eks Pekerja Seks Komersial (PSK), hingga komunitas anak punk.

Hal tersebut disampaikannya dalam sesi bincang podcast yang ditayangkan melalui kanal YouTube Muhammadiyah Channel dengan topik “Dakwah Muhammadiyah Sentuh Kaum Marjinal”.

“Inilah yang merupakan sasaran dakwah kami. Melalui usaha ini, kami mencoba menghadirkan dakwah yang menggembirakan dan mencerahkan untuk semua kalangan,” ujar Arifin dalam tayangan yang ditayangkan pada Sabtu, (1/11).

Arifin menjelaskan bahwa dalam berdakwah untuk kaum marjinal dan masyarakat terpencil, Dakwah Muhammadiyah tak hanya berhenti pada aspek spiritual belaka, namun juga menyentuh ranah pemberdayaan sosial dan ekonomi. Salah satu yang menjadi contoh nyata adalah pembinaan terhadap para mualaf suku Badui.

“Kita cukup lama membina para mualaf Suku Badui melalui program pemberdayaan mualaf. Dalam membina mereka, kami tidak cukup hanya menuntun syahadat, tauhid, wudhu, dan solat. Namun juga bagaimana agar mereka bisa hidup sejahtera dan setara dengan masyarakat lain,” terang Arifin.

Maka, output yang dihasilkan dari program tersebut diharapkan mampu menciptakan kehidupan masyarakat yang mandiri dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan mereka. Melalui program pemberdayaan mualaf, Arifin menerangkan bahwa para suku pedalaman dibekali kemampuan bercocok tanam, memperoleh akses penerangan, hingga menjalankan kegiatan ekonomi sederhana yang berdampak untuk kesejahteraan secara nyata.

“Tidak hanya di Badui, kami juga membersayakan masyarakat di beberapa daerah seperti Kalimantan, NTT, dan NTB. Bahkan, jika ada non-muslim yang ingin bergabung di kegiatan kami, maka kami juga turut memberikan fasilitas kepada mereka,” jelasnya.

Arifin menegaskan bahwa model dakwah seperti inilah yang menjadi ciri khas Muhammadiyah, yakni dakwah yang mengedepankan nilai toleransi tanpa paksaan, namun juga menghadirkan pencerahan dan menumbuhkan semangat kemanusiaan.

Maka harapannya, dengan program-program positif yang dihadirkan, Muhammadiyah melalui LDK dapat terus menghadirkan dakwah bukan hanya untuk masyarakat perkotaan, namun juga menyusur secara khusus untuk masyarakat suku terpencil, hingga ke kaum-kaum marjinal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *