MuhammadiyahNasionalNews

Lazismu Teguhkan Inovasi Sosial Terintegrasi Menuju Keadilan yang Berkelanjutan

37

Banjarmasin, panjimas – Inovasi sosial tanpa sinergi kebajikan tidak akan bermakna. Karena itu, dibutuhkan sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan. Program Kampung Berkemajuan yang diamanahkan sejak dua tahun lalu menjadi ruh bagi pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lazismu 2026 dengan tema Penguatan Inovasi Sosial yang Terintegrasi, Berdampak, dan Berkelanjutan.

Pembukaan Rakernas Lazismu berlangsung di Lapangan Murjani, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Jum’at malam (7/11). Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menyampaikan bahwa Rakernas merupakan agenda tahunan Lazismu yang menjadi wadah konsolidasi nasional.

“Lazismu bersyukur termasuk lembaga yang rutin membuat rencana anggaran dan belanja. Ini bukti kepatuhan terhadap tata kelola yang diamanahkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui konsolidasi keuangan,” ujarnya.

Agenda utama Rakernas, lanjut Rais, adalah penyusunan rencana strategis (Renstra) Lazismu wilayah se-Indonesia untuk mengorkestrasi program penghimpunan dan pendayagunaan nasional tahun 2026–2030.

Ia menegaskan, Lazismu kini berada pada fase transisi menjelang Muktamar Muhammadiyah 2027. Dinamika geopolitik nasional dan global memengaruhi arah kebijakan dan strategi Lazismu ke depan, khususnya dalam penguatan inovasi sosial yang terintegrasi.

“Penguatan inovasi sosial merupakan refleksi dari risalah Islam berkemajuan dengan semangat ijtihad dan tajdid. Dalam kondisi sosial yang terus berubah, kita tidak boleh vakum, melainkan harus menghadirkan terobosan dan solusi,” tegasnya.

Rais menambahkan, Renstra Lazismu tahun depan akan menekankan integrasi data dan ekosistem agar setiap program dapat diukur dampaknya. Ia melaporkan, hingga September 2025, Lazismu secara nasional telah menghimpun dana ZISKA sebesar Rp582 miliar atau 92 persen dari target, dan diproyeksikan mencapai Rp668 miliar pada akhir tahun. Adapun penyalurannya hingga September mencapai Rp516 miliar, dengan proyeksi akhir tahun Rp620 miliar.

“Semua itu diberikan untuk masyarakat yang membutuhkan dengan nilai manfaat seluas-luasnya agar berdampak berkelanjutan,” jelasnya.

Sebagai amanah Rakernas sebelumnya, Lazismu telah melaksanakan program Kampung Berkemajuan di lima provinsi, dengan perkembangan signifikan di Sragen (Jawa Tengah), Tasikmalaya (Jawa Barat), dan Kulonprogo (DIY)

Exit mobile version