MuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah Bertahan Sampai 113 Tahun, Kuncinya Selalu Tebar Manfaat

53
×

Muhammadiyah Bertahan Sampai 113 Tahun, Kuncinya Selalu Tebar Manfaat

Sebarkan artikel ini

Banjarmasin, panjimas – Setelah menjalani regional meeting Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) di sembilan titik, ditemukan fakta bahwa perkembangan Muhammadiyah di kawasan muslim minoritas tumbuh begitu subur.

Fakta itu disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Dahlan Rais dalam Pembukaan CRM Award dan Expo VI 2025 di Banjarmasin pada Kamis (13/11) dengan tema “Memakmurkan Masjid, Menghebatkan Cabang Ranting”.

Khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI), kata Dahlan, Muhammadiyah memiliki pusat-pusat keunggulan. Dia menyebut seperti di Universitas Muhammadiyah Kupang, Maumere, Sorong, dan lain sebagainya.

“Saya pernah ke Maumere di sana tumbuh subur dan juga kemudian di Sorong itu ada dua Universitas Muhammadiyah yaitu UNIMA dan UNIMUDA,” kata Dahlan Rais.

Dalam kesempatan ini Dahlan Rais juga menyampaikan ihwal penyebab Muhammadiyah bisa tetap tumbuh dan memberikan manfaat, bahkan ketika usia Muhammadiyah ini telah mencapai angka 113 tahun dalam hitungan masehi.

Tak hanya di Indonesia, Muhammadiyah saat ini juga berkembang sampai di penjuru dunia dengan hadirnya Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM), selain itu juga hadir melalui aksi nyata melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Bahkan di Australia, Muhammadiyah memiliki lembaga pendidikan yang bernama Muhammadiyah Australia Collage (MAC) yang mayoritas peserta didiknya ada siswa internasional – siswa asal Indonesia berkisar antara 15 persen saja.

“Di Malaysia kita punya UMAM ya Universiti Muhammadiyah Malaysia. Meskipun belum membanggakan betul tapi kehadirannya telah ada dan kalau dengan kerja keras barangkali juga akan tumbuh subur,” tuturnya.

Menurut Dahlan, kata kunci Persyarikatan ini bisa berkembang, tumbuh, dan sehat adalah karena gerakan ini di manapun kehadirannya selalu memberi manfaat. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam Surat Ar Ra’du ayat 17.

وَأَمَّا مَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ فَيَمْكُثُ فِى ٱلْأَرْضِ
“Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi,…..”

Ayat ini menjelaskan bahwa, kebermanfaat akan membawa pada ‘keabadian’. Oleh karena itu dia yakin Muhammadiyah akan tetap bisa bertahan sampai berabad-abad lamanya ke depan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *