Bogor, panjimas — Peserta Indonesian Interfaith Scholarship (IIS) 2025 melakukan kunjungan ke Desa Pabuaran, Kabupaten Bogor. Kampung ini dikenal sebagai salah satu Desa Kerukunan binaan Kementerian Agama.
Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda pembelajaran lintas budaya dan lintas iman bagi para delegasi internasional yang datang dari Austria.
Kunjungan ini dipimpin Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama, Adib Abdushomad. Dia menegaskan bahwa Desa Pabuaran merupakan contoh nyata kehidupan harmonis antar umat beragama di tengah masyarakat Indonesia.
“Kita hidup berdampingan dalam perbedaan, Ini yang menarik, bagaimana mereka dapat hidup berdampingan dengan berbagai latar belakang budaya dan agama, menjadikan ini satu keharmonisan yang nyata” ujar Adib, di Bogor, Kamis (13/11/2025).
Ia menjelaskan, kehidupan sosial di Desa Pabuaran menjadi bukti bahwa nilai-nilai moderasi beragama dan semangat Bhinneka Tunggal Ika dapat tumbuh dari masyarakat. Melalui kegiatan IIS, pengalaman ini diharapkan dapat memperluas pemahaman peserta internasional tentang praktik harmoni sosial yang menjadi wajah nyata Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan bahwa harmoni bukan hanya slogan, tetapi cara hidup masyarakat kita sehari-hari. Di masa depan, semoga desa Pabuaran ini menjadi tujuan wisata yang dapat menjadi wajah harmonis Indonesia di Kalangan Internasional” tambahnya.
Perwakilan delegasi IIS dari Austria, Alexander Reiger, mengapresiasi sambutan hangat masyarakat Desa Pabuaran. Ia mengaku terkesan dengan cara warga Indonesia membangun kedamaian melalui praktik kehidupan bersama lintas iman.
“Kami datang untuk belajar dan melihat bagaimana perdamaian di sini bukan hanya teori, tetapi diwujudkan melalui kebersamaan nyata. Dengan musik dan makanan, kita menjadi lebih dekat, ini cara indah untuk merayakan perbedaan,” ungkapnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata dari Kepala Kecamatan Gunung Sindur, Jamalludin, kepada delegasi Austria sebagai simbol persahabatan dan kerja sama lintas budaya.
Para peserta kemudian juga diajak mengunjungi berbagai distrik rumah ibadah yang terdapat di Desa Pabuaran. Mulai dari Mushola, Klenteng, Vihara, Gereja, hingga rumah Ibadah jamaat kepercayaan Sikh. Kegiatan ini menjadi refleksi nyata bahwa nilai toleransi dan saling menghormati merupakan modal penting bagi perdamaian dunia, dengan Indonesia sebagai salah satu teladan utamanya
