MuhammadiyahNasionalNews

Kampus Muhammadiyah Jadi Motor Penggerak Kemajuan Cabang dan Ranting

23
×

Kampus Muhammadiyah Jadi Motor Penggerak Kemajuan Cabang dan Ranting

Sebarkan artikel ini

Banjarmasin, panjimas – Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) didorong menjadi bagian untuk memajukan Cabang dan Ranting Muhammadiyah di sekitarnya.

Dorongan itu disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman dalam Penutupan dan Anugerah Cabang Ranting Masjid (CRM) Award dan Expo 2025 di Banjarmasin pada Sabtu (15/11).

Sebagai pusat keunggulan, tentu keberadaan PTMA di manapun itu tidak boleh berdiri untuk dirinya sendiri, melainkan harus memberi dampak berarti bagi masyarakat atau lingkungan sekitarnya.

“Perguruan Tinggi Muhammadiyah terus tumbuh menjadi center of excellence Muhammadiyah, oleh karena itu sudah selayaknya perguruan tinggi sebagai pusat ilmuwan harus terus menjadi inspirasi kemajuan cabang dan ranting sekitarnya,” katanya.

Pada kesempatan ini PP Muhammadiyah memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan CRM Award yang diadakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PP Muhammadiyah.

Berbagai agenda yang diadakan LPCRPM ini merupakan bagian dari Amanat Muktamar yaitu menggerakkan dan menggembirakan cabang dan ranting, termasuk masjid di banyak tempat.

Mengutip semboyan LPCRPM, dr. Agus menyampaikan, pada awalnya tidak hanya ranting itu penting, dan cabang harus berkembang, tapi ada kalimat yang saat ini jarang digunakan yaitu daerah harus bergairah.

“Karena ranting itu penting, cabang harus berkembang, daerah bergairah. Karena kalau cabangnya maju, ranting hebat, mesti daerahnya hidup,” tuturnya.

Semboyan ini diharapkan tidak hanya menjadi teriakan, melainkan harus mendarah daging pada semangat warga Muhammadiyah untuk menggerakkan setiap sendi persyarikatan untuk memajukan.

Apresiasi juga diberikan kepada LPCRPM PP Muhammadiyah, seab memiliki komitmen serius dalam mengawal perubahan ke arah yang lebih baik di ranting, cabang dan masjid.

Apresiasi diberikan karena perlombaan ini tidak berhenti pada proses penjurian dan pengumuman juara, melainkan tetap ada pendampingan baik bagi yang telah menjadi juara, maupun yang sedang berkembang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *