Kalsel, panjimas – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, mengajak warga Muhammadiyah untuk menegakkan dan mengamalkan sifat dalam Kepribadian Muhammadiyah. Utamanya, sesuai dengan Milad ke 113, ada dua poin di dalam Kepribadian Muhammadiyah yang paling melekat.
Pertama, kerja sama dengan golongan Islam manapun juga dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan agama Islam serta membela kepentingannya.
“Muhammadiyah itu harus melakukan kerja sama dengan golongan Islam mana pun, untuk menegakkan ajaran-ajaran Islam dan juga untuk membela kepentingan umat Islam,” terangnya terangnya dalam Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan di Komplek Perguruan Muallimin Muhammadiyah Alabio, Ahad (23/11).
Muhammadiyah, lanjut Muhadjir, itu tidak boleh eksklusif. Cara geraknya harus insklusif dan mengajak kekuatan-kekuatan Islam yang lain untuk bersama-sama.
“Kalau kita bekerja sama, bersinergi maka kekurangan dari yang satu bisa diisi dengan yang lain, kelebihan yang satu bisa ditularkan dengan yang lain, itulah pentingnya kita membangun kerja sama,” jelasnya.
Kedua, membantu pemerintah serta bekerja sama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun Negara untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang diridai Allah SWT.
“Untuk memajukan, melestarikan pembangunan, dalam rangka cita-cita adil makmur yang diridai oleh Allah SWT. Jadi watak dasar Muhammadiyah itu adalah membantu Pemerintah. Dan itulah yang dilakukan KH Ahmad Dahlan ketika pemerintah Kolonial Belanda,” ujarnya.
Menurut Muhadjir, dahulu Kiai Haji Ahmad Dahlan riskan melihat sekolah Belanda yang hanya dikhususkan untuk keturunan Eropa dan priyayi. Walhasil, Kiai mendirikan sekolah untuk menampung anak-anak pribumi yang tidak ditanggung di sekolah-sekolah kolonial.
“Sejak zaman Belanda pun Muhammadiyah dalam tanda petik membantu untuk kepentingan umat, rakyat. Apalagi sekarang ini setelah merdeka pemerintah Indonesia sendiri, tentu kita akan terus membantu apa yang kurang dari dilakukan dari pemerintah kita melengkapi. Kalau pemerintah belum melakukan kita yang mengisi, celah-celah kekosongan yang tidak diisi dengan pemerintah itu, inilah prinsip karakter kepribadian Muhammadiyah,” imbuhnya.
Muhammadiyah itu memiliki watak membantu, tegas Muhadjir lagi. “Itulah prinsip yang dipegang Muhammadiyah terutama dalam rangka menyejahterakan bangsa. Dan tema menyejahterakan bangsa ini relevan dengan program pemerintah sekarang yaitu untuk ketahanan pangan, kemandirian energi, dan untuk mencapai cita-cita kemakmuran bersama itu yang menjadi program pemerintah,” tegasnya.
