MuhammadiyahNasionalNews

113 Tahun Muhammadiyah : Momentum Menghimpun Energi untuk Gerak yang Lebih Progresif

32

Lahat, panjimas – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto mengatakan bahwa perayaan Milad bukanlah nostalgia masa lalu semata. Tetapi, Muhammadiyah memandang Milad merupakan momentum persyarikatan untuk melakukan refleksi untuk bergerak lebih progresif lagi.

Hal ini disampaikan Agung saat memberikan ceramah dalam Resepsi Milad Ke-113 Muhammadiyah di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan pada Jum’at (28/11).

“Milad itu bukan hanya nostalgia masa lalu. Tetapi di Muhammadiyah Milad dipakai sebagai momentum untuk menyusun energi, menyusun kekuatan, untuk maju ke depan lebih lanjut. Maju ke depan Lebih progresif,” tegas Agung.

Terlebih, usai momen Milad, sudah seyogyanya warga Muhammadiyah mengadakan sebuah gebrakan dakwah. Bahkan, kata Agung, kalau bisa melakukan lompatan-lompatan dari evaluasi masa lalu.

“Karenanya, ketika Milad semua warga dikumpulkan, ada acara-acara pendukung, termasuk acara-acara bergembira,” ujarnya.

Islam itu, kata Agung, mendorong pada kemajuan. “Sehingga tidak cukup membanggakan berapa banyak amal usaha yang dimiliki, berapa banyak perguruan tinggi, berapa banyak rumah sakit, berapa banyak sekolah dan lain sebagainya. Itu tidak cukup. Ketika nilai tauhid terbongkar dari diri umat Islam itu semua nggak ada artinya,” tegasnya.

Hal ini, tidak lain dan tidak bukan menjadi ikhtiar untuk mencapai tujuan Muhammadiyah yang termaktub dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah. Di antaranya adalah mengantarkan anggotanya menuju pintu surga, serta membentuk baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur.

“Ini tugas utama dan tugas penting yang harus diemban Persyarikatan Muhammadiyah. Kalau masuk surga itu akhirat nanti, tapi kalau baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur itu saat kita masih hidup di dunia ini,” tandas Agung

Exit mobile version