Kendari, panjimas – Penanaman Pohon Langka dilakukan dalam rangkaian peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 di Sulawesi Tenggara.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara yang diwakili oleh Prof. Dr. H. Nur Alim, menegaskan bahwa Muhammadiyah terus membuktikan diri sebagai gerakan pembaruan yang tidak hanya fokus pada dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial, tetapi juga berperan aktif dalam upaya penyelamatan bumi.
“Semangat tajdid yang diwariskan para pendiri organisasi meneguhkan bahwa dakwah tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberi manfaat luas bagi kehidupan,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Lanjutnya, kegiatan ini merupakan perwujudan nyata komitmen untuk merawat bumi sebagai amanah dari Allah Swt. Langkah menanam pohon, terlebih jenis pohon langka yang kian sulit ditemukan, disebutnya strategis untuk menjaga keberlanjutan alam, melestarikan keanekaragaman hayati, serta memberikan warisan ekologis bagi generasi mendatang.
“Setiap bibit yang kita tanam hari ini bukan hanya pohon, tetapi harapan-harapan untuk udara yang lebih bersih, lingkungan yang lebih sehat, dan masa depan yang lebih lestari,” tambahnya.
Gerakan lingkungan ini juga menjadi ruang pendidikan ekologis bagi seluruh warga persyarikatan dan masyarakat luas. Prof. Nur Alim menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari iman dan karakter berkemajuan.
Melalui kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dan warga Muhammadiyah, ia yakin akan lahir kekuatan kolaboratif yang mampu memberikan perubahan nyata dalam menjaga bumi.
Diketahui Kado Hijau yang ditanam dilingkungan Kampus tersebut terdiri dari bibit tanaman langkah dan endemik sebanyak 50 bibit dan terbagi atas 4 jenis yakni Kayu yakni kuku 20 bibit , kemudian Angsana 10 bibit, Kalapi 10 bibit dan Ruruhi 10 bibit.













