MuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah Teguhkan Komitmen Kebangsaan untuk Memajukan Kesejahteraan Bangsa

28
×

Muhammadiyah Teguhkan Komitmen Kebangsaan untuk Memajukan Kesejahteraan Bangsa

Sebarkan artikel ini

Metro, panjimas — Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar di Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) pada Ahad (30/11) berlangsung khidmat dan meriah. Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, hadir sebagai penceramah utama.

Dalam ceramahnya di hadapan ribuan warga persyarikatan, Mu’ti menjelaskan bahwa konsep memakmurkan dan memajukan bangsa memiliki landasan kuat dalam QS Hud ayat 6, “Huwa ansyaakum minal ardhi wastamarakum fiha,” yang mengingatkan manusia atas asal-usulnya dari tanah serta kewajiban menciptakan kemakmuran dan tidak menimbulkan kerusakan.

“Ayat ini menegaskan dua hal sekaligus: kerendahan hati dan tanggung jawab kekhalifahan,” ujarnya.

Mu’ti mengkritisi paradigma pembangunan lama yang hanya menilai kemajuan dari aspek ekonomi seperti GDP atau ukuran kesejahteraan material. Ia menyebut paradoks global: meningkatnya kasus gangguan mental, depresi, dan bunuh diri, bahkan di kalangan selebritas serta konglomerat yang berkelimpahan harta.

Fenomena ini, menurutnya, menunjukkan bahwa kemakmuran materi tidak cukup menjawab kebutuhan manusia yang memiliki dimensi jasad, akal, hati, dan ruh. Ia menyinggung ilustrasi terkenal dari kisah Eat, Pray, Love sebagai gambaran manusia modern yang gelisah mencari makna.

Karena itu, tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” dipahami Muhammadiyah sebagai upaya mengembangkan kesejahteraan yang menyentuh seluruh struktur fitrah manusia.

Mu’ti menjelaskan tiga penyebutan manusia dalam Al-Qur’an—al-basyar, al-insan/an-nas, dan bani Adam—yang masing-masing menegaskan sisi biologis, intelektual-spiritual, dan moral-khalifah manusia. “Kesejahteraan harus mencakup aspek fisik, mental, spiritual, moral, hingga sosial,” katanya.

Mu’ti menegaskan bahwa komitmen kesejahteraan tersebut sejalan dengan amanat konstitusi dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Muhammadiyah hadir bukan sebagai penumpang gelap, apalagi pencipta kegaduhan, tetapi sebagai kekuatan yang memajukan kesejahteraan bangsa,” tegasnya.

Mu’ti kemudian menguraikan sejumlah kebijakan Kementerian Dikdasmen yang kini ia pimpin sebagai menteri, antara lain revitalisasi lebih dari 16.000 satuan pendidikan, distribusi perangkat Interactive Flat Panel ke ratusan ribu sekolah, peningkatan 500–800 ribu guru melalui PPG, serta perluasan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru yang belum berkualifikasi S1. Ia juga menyinggung peningkatan tunjangan sertifikasi guru serta perbaikan mekanisme transfer agar lebih tepat waktu.

Selain itu, Mu’ti menyoroti pentingnya penguatan karakter melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang meliputi bangun pagi, ibadah, olahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur lebih awal. Program Pagi Ceria dan pendampingan karakter melalui guru wali (keban) juga menjadi bagian dari strategi nasional pendidikan karakter yang kini diperkuat.

Di akhir ceramahnya, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada para guru, tenaga pendidik, serta pemerintah daerah yang terus mendukung berbagai ikhtiar pendidikan Muhammadiyah dan pemerintah.

“Guru hebat, Indonesia kuat. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi Indonesia yang hebat dan bermartabat,” ujarnya.

Acara ditutup dengan pantun khas Mu’ti: “Empat kali empat enam belas. Sembilan kali lima empat puluh lima. Selamat Milad ke-113. Teruslah berkhidmat memajukan kesejahteraan bangsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *