InternasionalMuhammadiyahNasionalNews

Sekjen Rabithah Sampaikan Apresiasi Tinggi kepada Muhammadiyah yang Perannya Diakui Dunia

54

Riyadh, panjimas — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Rabithah Alam Islami, Sheikh Mohammed Al-Issa, menerima kunjungan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, bersama bersama rombongan di kantor Rabithah Alam Islami, Riyadh, Arab Saudi, Senin (1/12)

Dalam pertemuan tersebut, Sheikh Mohammed Al-Issa menyampaikan apresiasi atas kiprah Muhammadiyah yang selama ini konsisten melakukan dakwah pembinaan akidah dan akhlak umat, sekaligus memajukan berbagai bidang muamalah, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi.

“Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang besar, dengan usaha-usaha dakwah yang besar pula, berasal dari negeri Muslim terbesar. Indonesia sendiri merupakan negeri yang besar dan memiliki peran penting dalam dunia Islam,” tegasnya.

Al-Issa juga menyinggung anugerah Zayed Award yang diterima Muhammadiyah pada tahun 2024. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan refleksi dari besarnya kontribusi dan peran Muhammadiyah di tingkat nasional maupun global.

Lebih lanjut, Sekjen Rabithah Alam Islami menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Muhammadiyah dalam memperluas pemahaman Islam wasathiyah (moderat), khususnya di tengah tantangan global seperti meningkatnya fenomena Islamofobia.

“Kami terus mendorong dan mendukung peran Muhammadiyah dalam menyebarkan nilai-nilai Islam wasathiyah di tingkat global, sebagai respons atas berbagai tantangan dan kesalahpahaman terhadap Islam,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas konsistensi Rabithah Alam Islami dalam menjaga ukhuwah Islamiyah serta menyebarkan nilai-nilai moderasi Islam di berbagai belahan dunia.

Haedar juga memaparkan berbagai usaha Muhammadiyah di bidang pembinaan keagamaan, pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, serta langkah internasionalisasi gerakan yang terus dikembangkan.

“Kami berharap kerja sama erat antara Muhammadiyah dan Rabithah Alam Islami dapat terus ditingkatkan dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks,” ungkapnya.

Menurut Haedar, dalam menghadapi Islamofobia, Muhammadiyah menempuh pendekatan kultural dan edukatif dengan menghadirkan wajah Islam sebagai agama cinta damai yang membawa kemajuan dan rahmat bagi seluruh alam.

Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan ialah pendirian lembaga pendidikan Islam yang inklusif dan modern, seperti Muhammadiyah Australia College di Melbourne, Australia. Kehadiran sekolah tersebut menjadi bukti bahwa Islam dapat hidup dan berkembang di tengah masyarakat modern yang plural, menjunjung tinggi demokrasi, serta menghormati hak asasi manusia.

“Islam bukan agama yang mengancam siapa pun, dan bukan pula agama yang antikemajuan. Muhammadiyah menghadirkan Islam berkemajuan yang berlandaskan tauhid, rujukan pada Al-Qur’an dan Sunah, menghidupkan tajdid dan ijtihad, mengembangkan wasathiyah, serta mewujudkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” pungkas Haedar

Exit mobile version