MUINasionalNews

Tausiyah Subuh Mubarok di Sumbar, Sekjen MUI: Perkuat Keimanan dan Kesabaran dalam Setiap Musibah

68
×

Tausiyah Subuh Mubarok di Sumbar, Sekjen MUI: Perkuat Keimanan dan Kesabaran dalam Setiap Musibah

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat agar terus melakukan ikhtiar untuk memperkuat keimanan dan kesabaran di tengah musibah yang terjadi di sejumlah titik di Sumatera Barat.

Hal ini disampaikan saat menutup acara Subuh Mubarok yang berlangsung pada hari Ahad (7/12/25). Ia mengapresiasi ceramah buya Dr.Amisyah Tambunan ketika memberikan Tausiyah Subuh dengan tema: “Hidupmu akan Selalu Berkah, Maka Beriman dan Bersabarlah Menghadapi Musibah”

Acara Subuh Mubarak di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi dan masjid-masjid lain merupakan kegiatan rutin sebagai bagian dari program unggulan Pemkot Padang “Smart Surau” untuk ASN dan masyarakat umum. Kali ini menampilkan penceramah Tokoh Nasional Sekjen MUI Dr.Amisyah Tambunan sumando urang awak.

Untuk itu buya Amirsyah mengajak semua pihak agar terus mensyiarkan Subuh Mubarakah di seluruh Masjid. Kegiatan Subuh Mubarakah 2025 oleh Pemkot Padang selain melibatkan ASN Pemprov Sumbar juga masyarakat umum.

Buya Amirsyah panggilan akrab Sekjen MUI mengatakan bahwa dalam setiap menghadapi musibah harus memperkuat iman dan sabar sebagaimana Allah berfirman:

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. At-Taghabun: 11).

Syeikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan: Orang yang menganggap bahwa gempa, tanah longsor, banjir, angin kencang dan sejenisnya hanyalah bencana alam semata dan tidak menggugah imannya, maka itu menunjukkan kerasnya hati bahkan matinya hati.

Jika ia wafat dalam ketiadaan iman, maka ini bagian dari azab Allah. Oleh karena itu wajib bagi manusia untuk mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan Allah, jangan menganggap seperti angin berlalu saja”. (Tafsir Surat Yasin hlm. 164)

Semoga setiap musibah yang terjadi dapat menjadikan pelajaran yang bermakna serta sarana menjadi lebih baik lagi dalam ketaqwaan. Sejalan dengan firman Allah Ar-Rum · Ayat 41

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ۝٤١

Artinya : Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Kerusakan harus segera di perbaiki sebagai bukti beriman dalam menghadapi musibah, bukan saling menyalahkan. Karena Allah SWT berfirman Qs. Al Ankabut ayat 2:

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ ۝٢
Artinya:
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji.

“Mari kita hadapi ujian Allah dengan iman dan kesabaran sehingga tegar dalam menghadapi ujian berupa musibah gempa dan tanah longsor, banjir, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Hadir sejumlah jajaran Pemda mulai dari Aisten, Sekda hingga kepala biro serta seluruh ASN dan sekitar 2000 jemaah di Masjid Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *