Pengusaha yang smart adalah pengusaha yang mempergunakan otaknya dengan baik sehingga dia kata Jack Ma tahu apa yang dia inginkan. Pengusaha yang wise atau berhati nurani adalah pengusaha yang mempergunakan hatinya dengan baik sehingga dia kata Jack Ma tahu apa yang boleh dan tidak boleh dia lakukan.
Pengusaha yang smart tentu pasti akan berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi dirinya. Untuk itu dia tentu tidak akan segan-segan mengeksploitasi tenaga kerjanya seperti membayar upah yang rendah, tidak memberikan jaminan sosial, dan tidak memperhatikan keselamatan kerja bagi para karyawannya dengan baik.
Juga di samping itu dia tentu tidak akan terlalu memperhitungkan dampak lingkungan yang akan terjadi akibat dari usaha dan pekerjaannya sehingga terjadilah polusi udara, air dan tanah yang dapat membahayakan keselamatan jiwa dan kesehatan manusia.
Sikap dan cara pandang seperti ini tentu sangat kita sesalkan karena jelas akan melahirkan ketimpangan sosial yang tajam berupa kesenjangan antara kaya dan miskin serta terjadinya kerusakan sosial seperti meningkatnya kejahatan dan menipisnya rasa solidaritas dan kepedulian kepada sesama diantara warga masyarakat dan warga bangsa.
Untuk itu bagi kebaikan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara serta lingkungan alam yang ada di negeri ini kedepannya , maka kita tentu saja tidak butuh kepada kehadiran pengusaha yang hanya memiliki kecerdasan rasional saja, tapi tidak memiliki hati nurani.
Kita jelas-jelas memerlukan kehadiran para pengusaha yang mampu memadukan kedua-duanya dengan baik agar lingkungan alam dan hubungan baik diantara kita warga masyarakat dan warga bangsa tidak menjadi rusak.
Disitulah kita sedihnya, disaat bencana banjir bandang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, kehadiran dari para pengusaha tersebut di dalam membantu meringankan beban dari para korban tidak begitu kelihatan sementara kita masih melihat mobil-mobil besar berseliweran di jalan-jalan mengangkut buah-buah sawit dan kayu-kayu besar yang sudah mereka potong di hutan untuk mereka bawa ke tempat tujuan.
Benar-benar sebuah ironi dimana rakyat sibuk mengatasi bencana dan masalah yang mereka hadapi akibat dari tindakan para pengusaha sementara para pengusaha sendiri kita lihat sibuk mencari profit atau cuan yang mereka inginkan. Apakah hal ini akan kita biarkan saja ? Terserah kepada kita semua untuk menjawabnya.
Anwar Abbas
Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan.
Ketua PP Muhammadiyah.
