Oleh: Buya Dr. Amirsyah Tambunan (Sekjen MUI)
Khutbah Jumat
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أَشْرَفِ الـمُرْسَلِينَ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْـمَـعِينَ، أَمَّا بَعْدُ
عباد الله اوصيكم ونفسي بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون.
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam yang telah memberikan pertolongan dalam setiap musibah. Dengan-Nya kita meminta pertolongan dalam segala urusan dunia dan akhirat sehingga seluruh hambaNya beriman dan bertaqwa. Karena itu wasiat taqwa dalam kesempatan khutbah Jumat kami ini kami ini mengajak seluruh umat Islam di manapun. Karena kita yakin dengan bertaqwa, Allah memberikan kemudahan dengan sebagai urusan sebagai mana firman Allah:
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Artinya: Artinya: “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.
Salawat dan salam tercurah untuk seorang utusan yang paling mulia, keluarganya, dan semua sahabatnya.
Dalam kesempatan ini saya ingin mengingatkan ajakan Bapak Mahyeldi Ansharullah Gubernur
Sumatera Barat yang menghimbau seluruh masyarakat Sumatera Barat agar terus melakukan ikhtiar untuk memperkuat keimanan dan kesabaran di tengah musibah yang terjadi di sejumlah titik di Sumatera Barat. Hal ini disampaikan saat menutup acara Subuh berkah yang berlangsung pada tanggal 7/12/2025. Tema khutbah Jumat ini bagian dari tausiyah Subuh dengan tema: Hidupmu akan selalu berkah, maka beriman dan bersabarlah Menghadapi Ujian.
Acara Subuh Mubarakah di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi dan masjid-masjid lain merupakan kegiatan rutin sebagai bagian dari program unggulan Pemkot Padang “Smart Surau” untuk ASN dan masyarakat umum. Kegiatan Subuh Mubarak oleh Pemkot Padang selain melibatkan ASN Pemprov Sumbar juga masyarakat umum.Menghadapi musibah harus memperkuat iman dan sabar sebagaimana Allah berfirman:
مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. At-Taghabun: 11).
Syeikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan: Orang yang menganggap bahwa gempa, tanah longsor, banjir, angin kencang dan sejenisnya hanyalah bencana alam semata dan tidak menggugah imannya, maka itu menunjukkan kerasnya hati bahkan matinya hati. Jika ia wafat dalam ketiadaan iman, maka ini bagian dari azab Allah. Oleh karena itu wajib bagi manusia untuk mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan Allah, jangan menganggap seperti angin berlalu saja”. (Tafsir Surat Yasin hlm. 164)
Semoga setiap musibah yang terjadi dapat menjadikan pelajaran yang bermakna serta sarana menjadi lebih baik lagi dalam ketaqwaan. Sejalan dengan firman Allah dalam surah Ar-Rum, ayat 41:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ٤١
Artinya : Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Kerusakan harus segera di perbaiki sebagai bukti beriman dalam menghadapi musibah, bukan saling menyalahkan. Musibah yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat harus menjadi bagian dari muhasabah bagi kita umat manusia untuk memperkuat iman dan Taqwa kepada Alah SWT. Karena Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Ankabut ayat 2:
اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ ٢
Artinya:
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji.
Mari kita hadapi ujian Allah dengan iman dan kesabaran sehingga tegar dalam menghadapi ujian berupa musibah gempa dan tanah longsor, banjir, dll.
Mari kita bantu saudara kita yang sedang ditimpa musibah dengan doa, ikhtiar dan tawakal kepada Allah. Rasulullah ﷺ bersabda,
«مَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً»
“Siapa yang meringankan kesulitan seorang Muslim, Allah akan meringankan kesulitannya.” (HR. Muslim)
Ma’asyiral muslimin rahumakumullah…
Marilah kita bantu saudara kita dengan doa, sedekah yang kelak memayungimu pada hari tak ada naungan selain naungan-Nya. Maka jadikan harta sebagai kendaraan menuju surga,
jadikan bantuanmu sebagai obor yang menerangi gelapnya duka di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Mari luaskan manfaat,
karena setiap rupiah yang kita lepaskan adalah saksi amal di hadapan Allah.
بارك الله لي ولكم في القران الكريم وبقوله يهتدي المهتدون.
Khutbah ke-2:
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ.
Artinya: Segala puji bagi Allah yang hanya kepada-Nya kami memuji, memohon pertolongan, dan mohon keampunan. Kami berlindung kepadaNya dari kekejian diri dan kejahatan amalan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkan, dan barangsiapa yang tersesat dari jalanNya maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Karena itu mari kita berdoa : Doa Khutbah Kedua
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.













