MuhammadiyahNasionalNews

Ketua MPW Sampaikan Soal Kerusakan Alam yang Terjadi dan Muhammadiyah Miliki Kekuatan Moral dalam Mengawal Masa Depan Bangsa

53

Jakarta, panjimas – Dalam Semarak Milad 113 Muhammadiyah Tanjung Balai di Asahan Tanjung Balai, Ketua MPW PP Muhmmadiyah, Buya Amirsyah Tambunan sampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki kekuatan moral dalam mengawal masa depan bangsa.

Hal itu disampaikan Buya Amirsyah dengan alasan bahwa Muhammadiyah memasuki usia 113 Tahun yang telah membuktikan dirinya mampu bertahan karena komitmen yang dimiliki Muhammadiyah untuk hadir dan mewujudkan kemaslahatan umat dan bangsa.

“Arah perjalanan bangsa harus di pertegas untuk meneguhkan kedaulatan bangsa dalam menguasai sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat,”

Namun faktanya menurut dirinya telah terjadi praktek korupsi yang dapat merusak kelestarian alam dan membuat rakyat jadi tidak sejahtera serta menciptakan “resource curse” (kutukan sumber daya alam).

Isu deforestasi tinggi akibat perluasan perkebunan (sawit) dan penebangan liar mengancam ekosistem dan keberlanjutan. Untuk itu keadilan sosial harus menjadi fokus negara menguji prinsip keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam.

“Negaranya tidak boleh abai dalam menjalankan tugas kemanusiaan untuk memuliakan hajat hidup manusia untuk kesejahteraan rakyat,” tandasnya.

Sejalan amanat UUD pasal 33 ayat 3 bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Hingga saat ini belum seluruhnya rakyat Indonesia memperolah kesejahteraan. Sementara sumber daya alam dikuasai oleh sekelompok orang yang ditengarai mencapai seluas 8 juta hektar.

Wilayah Sumsel yang saat ini dikuasai oleh korporasi-korporasi besar; sektor kehutanan dengan tanaman industri (kebun Akasia/ekaliptus) seluas 1,5 jt hektar, sektor perkebunan (di dominasi oleh kebun sawit) seluas 1 jt hektar, begitu juga pertambangan 2,5 jt hektar, kawasan lindung 1,3 jt hektar.

“Setidaknya rakyat hanya menguasai tidak lebih dari 1 jt hektar dengan segala keterbatasan yang ada,” pungkasnya.

Exit mobile version