MuhammadiyahNasionalNews

Panen Ubi Jalar di Kuningan, Abdul Mu’ti Tegaskan Pentingnya Regenerasi Petani

20
×

Panen Ubi Jalar di Kuningan, Abdul Mu’ti Tegaskan Pentingnya Regenerasi Petani

Sebarkan artikel ini

Kuningan, panjimas – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, bersama Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melaksanakan panen ubi jalar sekaligus mengukuhkan Jama’ah Tani Muhammadiyah (Jatam) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (20/12).

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam memperkuat ekonomi umat berbasis pertanian sekaligus mengembangkan dakwah yang membumi di tingkat akar rumput. Dalam kesempatan tersebut, MPM PP Muhammadiyah juga menyerahkan bantuan pompa air kepada MPM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kuningan sebagai dukungan sarana produksi pertanian.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap petani dan sektor pertanian. Menurutnya, masih terdapat stigma yang memandang petani identik dengan keterbelakangan pendidikan, kemiskinan, dan profesi yang kurang bergengsi.

“Tantangan besar pertanian kita adalah regenerasi petani. Sebagian besar petani berusia di atas 50 tahun dan banyak yang bukan pemilik lahan. Karena itu, regenerasi petani harus menjadi bagian dari gerakan kebudayaan yang berbasis pendidikan,” ujarnya.

Mu’ti yang mengaku sebagai anak petani menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara agraris harus mampu memanfaatkan sumber daya alam dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi agar pertanian dapat menjadi jalan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, menjelaskan bahwa pengembangan Jama’ah Tani Muhammadiyah dilakukan secara komprehensif dari hulu hingga hilir. Pada sisi hulu, Muhammadiyah mendorong penguatan teknologi dan praktik budidaya pertanian. Pada sisi tengah, dilakukan penguatan kelembagaan petani melalui Jatam. Adapun pada sisi hilir, MPM berupaya memperluas jejaring pasar dan kemitraan, termasuk rintisan ekspor.

“Ubi jalar yang dipanen hari ini terdiri dari dua varietas, yakni Cilembu dan Naruto yang berasal dari Jepang dan kini dikembangkan di Kuningan. Tantangan ke depan adalah bagaimana memberi nilai tambah yang lebih optimal bagi petani,” jelas Yamin.

Ia menambahkan, Universitas Muhammadiyah Kuningan diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis dalam pendampingan budidaya, penguatan kelembagaan petani, hingga pengembangan jejaring produksi. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Muhammadiyah memperkuat dakwah di atas rumput, khususnya di kalangan petani.

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menyampaikan apresiasi atas peran Muhammadiyah dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan petani di Kabupaten Kuningan. Ia menilai kehadiran Jama’ah Tani Muhammadiyah sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama ekonomi masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Kuningan mendukung penguatan kelembagaan petani seperti Jama’ah Tani Muhammadiyah. Ini sejalan dengan visi kami membangun pertanian yang berkelanjutan, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua PDM Kabupaten Kuningan, Ustadz Dadan Rahmatun Ramdhan, menegaskan bahwa Jama’ah Tani Muhammadiyah merupakan wujud nyata dakwah Muhammadiyah yang menyentuh langsung kebutuhan umat.

“Dakwah Muhammadiyah tidak hanya melalui mimbar, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi dan penguatan kemandirian umat. Jama’ah Tani Muhammadiyah menjadi sarana dakwah yang membumi dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan panen ubi jalar dan pengukuhan Jama’ah Tani Muhammadiyah ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara Muhammadiyah, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai pihak dalam mewujudkan kesejahteraan petani serta ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Kuningan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *