MuhammadiyahNasionalNews

Perempuan Mengaji Aisyiyah, Menyemai Bahagia di Usia Senja

31
×

Perempuan Mengaji Aisyiyah, Menyemai Bahagia di Usia Senja

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Ponorogo kembali menggelar kegiatan rutin bulanan Perempuan Mengaji di Griya Lansia Sakinah Aisyiyah, Jalan Lawu No. 38 Ponorogo, Selasa (23/12/25).

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 anggota lansia dan berlangsung dalam suasana khidmat serta penuh kehangatan.

Ketua MKS PDA Ponorogo, Hj. Lilik Rahmawati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Perempuan Mengaji menjadi sarana penting untuk memperkuat ukhuwah islamiyah sekaligus meningkatkan kualitas spiritual dan sosial para lansia. Menurutnya, meski telah memasuki usia senja, para lansia tetap memiliki ruang untuk belajar, berbagi, dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Melalui pengajian rutin ini, kami ingin para lansia tetap merasa diberdayakan, aktif, dan bahagia. Usia bukanlah penghalang untuk terus menuntut ilmu dan memperkuat keimanan,” ujarnya.

Pengajian kali ini mengangkat tema “Bahagia di Usia Senja” dengan pemateri Dr. Lilis Sumaryanti, M.Pd., dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Dalam pemaparannya, Dr. Lilis menegaskan bahwa kebahagiaan di usia lanjut bukan sesuatu yang mustahil.

“Kebahagiaan sejatinya bersumber dari dalam diri, melalui rasa syukur, sikap positif, serta penerimaan terhadap setiap fase kehidupan yang Allah berikan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan sosial dari keluarga, lingkungan, dan komunitas dalam menjaga kesehatan mental para lansia.

Selain materi motivatif, Dr. Lilis turut membagikan tips praktis untuk menjaga kebahagiaan di usia senja, di antaranya dengan aktif bersosialisasi, menjaga komunikasi dengan keluarga, serta mengikuti kegiatan positif dan bermanfaat seperti Perempuan Mengaji. Menurutnya, berbagi ilmu dan pengalaman dapat memperkaya batin sekaligus memberi manfaat bagi sesama.

Lilik pun menambahkan bahwa silaturahmi menjadi kunci utama dalam menciptakan kebahagiaan di usia lanjut.

“Dengan saling berkunjung, berbincang, dan berbagi cerita, para lansia akan merasa lebih dihargai dan bermakna,” tuturnya.Selasa

Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Para peserta tidak hanya mengikuti pengajian, tetapi juga memanfaatkan momen tersebut untuk bersilaturahmi, bertukar cerita, dan saling memberi dukungan. Pengajian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin salah satu peserta lansia, memohon kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan di usia senja.

Melalui kegiatan ini, MKS PDA Ponorogo berharap dapat terus berkontribusi dalam pemberdayaan lansia, mempererat silaturahmi, serta menegaskan bahwa para lansia tetap memiliki peran penting dan bermakna dalam kehidupan bermasyarakat.

Liputan Dr. Lilis Sumaryanti, M.Pd., Kontributor Media Center Muhammadiyah Ponorogo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *