NasionalNews

Mendikdasmen Abdul Mu’ti : Guru Terdampak Bencana, Tunjangan Khusus Dicairkan Secara Bertahap

36

Jakarta, panjimas – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyalurkan tunjangan khusus senilai Rp 32 miliar bagi 16.467 pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Timur. Pencairan ini akan dilakukan secara bertahap.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) AbdulMu’ti mengatakan penyaluran tunjangan dimulai dari Desember 2025 hingga Februari 2026. Tunjangan ini guna memastikan layanan pendidikan tetap berjalan meskipun berada dalam situasi darurat.

“Dalam kondisi bencana, keselamatan warga sekolah menjadi prioritas utama, namun hak anak untuk tetap belajar tidak boleh terhenti. Pemerintah hadir untuk memastikan pendidikan darurat dapat berjalan, sekaligus memberikan dukungan bagi para guru yang tetap mengabdi di wilayah terdampak,” kata Mendikdasmen dalam Antara, dikutip Ahad (28/12/2025).

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti mengatakan upaya tersebut sebagai wujud kepedulian bagi tenaga pendidik yang terdampak bencana.

“Akhir tahun yang bagi sebagian orang bisa dinikmati dengan hangat penuh suka cita berkumpul bersama keluarga, namun saat ini menjadi momen yang sangat memprihatinkan bagi saudara-saudara kita, khususnya para pendidik dan tenaga kependidikan di beberapa lokasi yang terdampak bencana,” katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, Kemendikdasmen menyalurkan tunjangan khusus untuk meringankan beban penyintas bencana.

“Semoga bantuan kepedulian di akhir tahun ini bisa menjadi penyemangat dan menandai kehadiran pemerintah untuk terus ada membersamai saudara-saudara kita,” tambahnya.

Ia menyebutkan jumlah PTK yang terdampak dari masing-masing jenjang dan jumlah bantuannya yakni untuk jenjang PAUD ada 915 pendidik. Adapun total bantuan yang disalurkan sebesar Rp 1,8 miliar.

Untuk jenjang pendidikan dasar, jumlah pendidik yang terdampak bencana mencapai 10.274 orang dengan jumlah bantuan yang diberikan sebesar Rp20,5 miliar. Kemudian untuk jenjang pendidikan menengah jumlah pendidik yang terdampak sebanyak 5.258 orang dengan bantuan yang diberikan sebesar Rp10,5 miliar, sedangkan jumlah tenaga pendidik terdampak sebanyak 20 orang.

Untuk tenaga kependidikan, Suharti menyebutkan sebanyak tiga orang di Provinsi Aceh dan 17 orang lainnya di Provinsi Sumatera Barat mendapatkan bantuan masing-masing sebesar Rp 2 juta.

Pendataan Tunjangan Khusus Guru Terdampak Bencana
Ketua Tim Kerja Aneka Tunjangan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikdasmen Wendi Kuswandi mengatakan, guru terdampak bencana akan menerima tunjangan sebesar 1 bulan.

Para penerima tunjangan adalah mereka yang terdata di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan tercatat mengajar sebelumnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang terkena bencana.

“Mekanismenya, verifikasi dan validasi (verval) tetap dilakukan namun tidak semua syarat harus dipenuhi guru, khusus keadaan darurat ini, syarat utamanya adalah terdata di Dapodik dan tercatat mengajar di daerah 3T yang terdampak bencana,” ujar Wendi dalam laman

Exit mobile version