Jakarta, panjimas – Pergantian tahun bukan suatu yang spesial, akan tetapi momen tahun baru bisa dijadikan sebagai waktu untuk melakukan muhasabah diri bagi umat dan bangsa Indonesia.
Menurut Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Amirsyah Tambunan, yang istimewa ketika malam tahun baru adalah bukan di jam 12 malam, tapi di sepertiga malamnya.
Bangun di sepertiga malam menurutnya adalah waktu yang tepat untuk mengintropeksi diri. Bagi muslim, imbuhnya, bangun sepertiga malam lebih istimewa daripada menyaksikan pesta kembang api jam 12 malam.
“Yang hebat itu bukan menungu detik-detik pergantian tahun, tapi menunggu azan subuh,” ungkap Amirsyah Tambunan pada (2/1) dalam Gerakan Subuh Mengaji ‘Aisyiyah Jawa Barat di TVMU.
Selain itu, dia juga berpesan supaya harta tidak dihambur-hamburkan pada malam pergantian tahun. Sebab harta akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk membantu bagi siapa-siapa yang membutuhkan.
Keistimewaan sepertiga malam, katanya, tidak hanya terjadi pada setiap malam pergantian tahun. Tapi di setiap hari, bagi seorang muslim yang mampu bangun di sepertiga malam adalah orang-orang yang mengambil kesempurnaan.
Bangun pada sepertiga malam tidak hanya bangun lalu kemudian bercengkrama dengan media sosial – untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, tapi bangun kemudian menunaikan salat tahajud mendekatkan diri ke Allah SWT.
“Bangun untuk salat tahajud, begitu juga kita bukan ditunggu oleh salat, tapi kita yang menunggu waktu untuk salat. Begitu juga kita bisa tidur lebih awal sehingga kita bangun lebih segar,” katanya.
Tak lupa dirinya juga mengajak supaya umat muslim memperbanyak sedekah, terlebih di tengah situasi bencana yang dialami oleh sebagian saudara sebangsa. Sedekah selain perintah agama, juga untuk merekat tali persaudaraan sosial
