Surabaya, panjimas – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur memberangkatkan dua truk bantuan kemanusiaan bermuatan logistik serta dua unit kendaraan operasional ke Aceh Tamiang, Aceh, dan Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Jumat siang (2/1/2026). Pemberangkatan dilakukan di Gedung PW Muhammadiyah Jawa Timur, Surabaya.
Bantuan tersebut dihimpun melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Jawa Timur untuk membantu warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra. Total muatan logistik mencapai delapan ton yang diangkut menggunakan dua armada truk colt diesel.
Logistik yang dikirim meliputi sembako, makanan siap saji dan siap santap, perlengkapan keluarga dan bayi, alat kebersihan dan memasak, selimut, sarung, mukena, perlengkapan sekolah, serta pakaian anak-anak dan perempuan. Bantuan makanan siap santap juga mencakup RendangMu, produk Qurban Kemasan LAZISMU Jawa Timur.
Ketua PWM Jawa Timur Prof. Sukadiono, mengatakan bantuan ini merupakan wujud solidaritas Muhammadiyah kepada para penyintas bencana. “Kami berupaya hadir cepat dan tepat untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh Tamiang dan Langkat yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Sukadiono.
Selain logistik, PWM Jatim juga mengirimkan dua unit kendaraan operasional kemanusiaan yang akan digunakan untuk mendukung fase tanggap darurat di Aceh Tamiang dan tahap pemulihan di Langkat. Prosesi pemberangkatan dipimpin langsung oleh Ketua PWM Jatim dan disaksikan pimpinan daerah Muhammadiyah serta pegiat LAZISMU se-Jawa Timur.
Ketua LAZISMU Jawa Timur Imam Hambali menyampaikan apresiasi kepada para donatur. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan warga Muhammadiyah dan masyarakat Jawa Timur. Donasi ini adalah amanah yang kami salurkan untuk kemaslahatan para penyintas,” katanya.
Ia menambahkan, sepanjang 1 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, LAZISMU se-Jawa Timur telah menghimpun donasi sebesar Rp11 miliar dan sumbangan barang seberat 12 ton. Truk kemanusiaan akan menempuh perjalanan darat sekitar 2.650 kilometer menuju Langkat dan dilanjutkan ke Aceh Tamiang, dengan estimasi waktu tempuh lima hari
