MuhammadiyahNasionalNews

Venue Muktamar Muhammadiyah ke 49 Diharapkan Jadi Ikon Pendidikan dan Daya Tarik Ekonomi Masyarakat

42
×

Venue Muktamar Muhammadiyah ke 49 Diharapkan Jadi Ikon Pendidikan dan Daya Tarik Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Medan, panjimas – Pembangunan venue Muktamar ke-49 Muhammadiyah-‘Aisyiyah on the track, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah proyeksikan gedung ini jadi ikon pendidikan dan naikkan daya tarik ekonomi masyarakat.

Harapan itu disampaikan Salmah dalam kunjungan ke calon venue Muktamar 49 di Sumatra Utara (Sumut) pada (11/1). Bersama rombongan PP ‘Aisyiyah lainnya, Salmah meninjau lokasi bersama jajaran Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU).

“Gedung ini akan menjadi ikon pendidikan tidak hanya bagi UMSU, tapi juga bagi Kabupaten Deli Serdang,” katanya.

Salmah menyampaikan, selain berfungsi sebagai venue Muktamar 49 ‘Aisyiyah, Gedung Sport Hall Walidah juga diharapkan menjadi daya pikat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Dengan adanya muktamar dapat mendatangkan seluruh warga Indonesia, maka kita berharap dapat meningkatkan perekonomian lokal, meningkatkan para UMKM ‘Aisyiyah sehingga bisa eksis, tumbuh lebih baik, serta seluruh UMKM lain,” katanya.

Di sisi lain, venue Muktamar 49 juga diharapkan menjadi wadah untuk penguatan serta aktivitas keagamaan. Terlebih ini nanti akan menjadi kampus UMSU, maka harapan ini menurutnya relevan dan tidak mungkin bertolak belakang.

Gedung Sport Hall Walidah ini juga diharapkan menjadi tempat tumbuhnya gagasan maupun ide, serta derap dakwah perempuan Islam Berkemajuan di Bumi Andalas. Serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

“Sehingga benar-benar gedung ini dirasakan keberadaannya, tidak hanya bagi ‘Aisyiyah, UMSU, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama Rektor UMSU, Agussani memaparkan progres pembangunan gedung venue Muktamar 49 ‘Aisyiyah, yang hingga saat ini telah mencapai sekitar 45 persen dan terus dipantau sesuai target yang telah ditetapkan.

“Jadi kita untuk Gedung Sport Hall Walidah ini tinggal akan membangun atap dan lapangan. Berbeda dengan (Auditorium Berkemajuan) yang baru masih 33 persen,” tuturnya.

Gedung Auditorium Berkemajuan, katanya, masih memerlukan waktu untuk membangun karena nanti diproyeksikan sebagai tempat perkuliahan. Sehingga perlu membangun sekat-sekat yang akan menjadi ruang kelas dan lain sebagainya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *