Jakarta, panjimas – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengatakan bahwa Isra Mikraj merupakan sejarah penting perjuangan Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan catatan para ahli, Isra Mikraj terlaksana pada tahun ke-11 Nabi Muhammad sebagai Rasulullah.
“Pada tahun ke-10 dari kenabian itu, beliau mengalami musibah yang sangat berat, yaitu wafatnya dua orang yang sangat berperan mendukung dakwah beliau. Pertama adalah wafatnya paman beliau Abu Thalib. Yang kedua, beliau ditinggal oleh istri tercinta, istri satu-satunya pada waktu itu Khadijah. Yang memang Khadijah ini menjadi istri dalam situasi suka dan duka,” kata Mendikdasmen Abdul saat mengawali pembukaan acara peringatan Isra Mikraj di Jakarta, Senin (19/01/2025).
Satu tahun setelah Isra Mikraj, Abdul menyebutkan Nabi Muhammad diperintah Allah untuk hijrah dari Mekkah ke Yatsrib. Ketika menjalankan hijrah, Abdul mengatakan Nabi Muhammad mendapat beberapa tantangan, salah satunya yakni penolakan yang dilakukan oleh orang-orang kafir.
Kendati demikian, Abdul menambahkan Nabi Muhammad tetap menjalankan perintah Allah, dengan melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah (Yastrib).
“Kita mendapatkan satu pemahaman betapa Rasulullah itu mendapatkan kekuatan spiritual dalam berdakwah Isra Mikraj. Didalamnya beliau mendapatkan wahyu untuk melaksanakan salat,” ujarnya.
Sebagai orang yang bertakwa, Abdul menyebutkan salat menjadi pedoman wajib bagi umat Islam. Selain salat, umat muslim pun diminta untuk membayar zakat, dan memberikan hartanya kepada orang yang tidak mampu.
“Karena itu maka salat banyak dikaitkan dengan kedermawanan, sehingga orang yang rajin salat biasanya banyak berderma. Itulah mengapa bekas pengajian ada di masjid itu setelah salat ada kotak amal yang keliling. Itu saya kira biar kita segera mengamalkan ayat (Al-Quran),” tambahnya.
Selain itu, Abdul menyebutkan salat pun memiliki kaitan dengan kemenangan bagi orang yang beriman, sebagaimana yang tercantum di dalam Al-Quran.
“Sungguh akan menang, orang-orang yang beriman. Siapa yang menang itu? Mereka yang senantiasa khusyuk dalam melaksanakan salat,” ujarnya.













